Risma Ternyata Pengemar Gundala Putra Petir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tri Rismaharini. TEMPO/Fully Syafi

    Tri Rismaharini. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO , Jakarta: -Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan dirinya adalah kutu buku. Semua buka dilalapnya tanpa melihat genre tertentu. Bahkan, kata Risma, dia juga menggemari komik-komik buatan dalam negeri. "Saya juga suka baca Kho Ping Hoo dan Gundala Putra Petir," kata Risma ketika di seminar yang digelar Universitas Indonesia, Kamis, 6 Maret 2014.

    Risma bahkan hafal nama pengarang dua komik itu yakni Hasmi untuk Gundala Putra Petir dan Asmaraman Sukowati untuk Kho Ping Hoo. Menurut Risma, cerita yang mereka buat seru dan gambarnya atraktif dan bagus.(baca juga:Menangis, Risma Peluk Mantan PSK)

    Risma mengatakan karena kecintaan pada buku inilah yang membuat dia mendirikan banyak taman membaca buku di berbagai pelosok kampung Surabaya. Dia mengatakan saat ini sudah ada 980 taman membaca yang didirikan pemerintahan Surabaya.

    "Sederhana, tak mewah tapi ternyata disukai anak-anak sampai ibu-ibu," kata Risma. Dari perpustakaan itu, ujar Risma, ibu-ibu mempunyai ide usaha rumahan dan anak-anak belajar, bermain dan mengerjakan PR.(baca: Bersama Slank, Risma Curhat Soal Surabaya)

    Tri Rismaharini dipilih menjadi Wali Kota Surabaya tahun 2010. Dia diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan memenangi pemilihan kepala daerah dengan jumlah suara 358.187 suara atau sebesar 38,53 persen. Tokoh Tempo tahun 2012 ini mulai dilirik Partai Golongan Karya dan Gerakan Indonesia Raya untuk menjadi calon wakil presiden.

    SUNDARI

    Berita terkait
    Kekurangan Wali Kota Risma Versi Survei Unibraw
    Hasil Survei, Wali Kota Risma Diminta Lebih Bijak
    Risma Ajak Megawati dan Jokowi ke Taman Bungkul 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.