Apa Jadinya Kalau Jojon tanpa Kumis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelawak jenaka, Djuhri Masdjan atau lebih dikenal Jojon telah menghembuskan nafas terakhirnya karena serangan jantung di salah satu rumah sakit di kawasan Jatinegara, Jakarta, (6/3). Dok.TEMPO/Nanang Baso

    Pelawak jenaka, Djuhri Masdjan atau lebih dikenal Jojon telah menghembuskan nafas terakhirnya karena serangan jantung di salah satu rumah sakit di kawasan Jatinegara, Jakarta, (6/3). Dok.TEMPO/Nanang Baso

    TEMPO.CO, Jakarta - Harimau mati meninggalkan belang, Jojon wafat meninggalkan "kumis". Jojon, pelawak yang sudah berkiprah sejak 1972, meninggal pada Kamis, 6 Maret 2014, pukul 06.04 WIB. (Baca: Pelawak Jojon Tutup Usia)

    Memang, pada era 1980-an, Jojon dan kelompok lawaknya, Jayakarta Grup, mendominasi acara hiburan di TVRI, seperti Kamera Ria dan Aneka Ria Safari. Selama 15-20 menit, grup lawak ini mengocok perut pemirsa televisi satu-satunya di Indonesia saat itu. (Baca: Jojon Pernah Manggung di Klub Malam)

    Ciri utama Jojon adalah kumisnya yang mengikuti kumis Charlie Chaplin, pelawak top Inggris. Kumis Jojon di televisi ketika itu menjadi trademark tersendiri, selain kumis Pak Raden yang baplang.

    Pak Raden adalah tokoh dalam film boneka Si Unyil. Film ini juga mendominasi acara TVRI untuk anak-anak periode 1970-1980-an. Kumis Pak Raden memang beda jauh dengan Jojon.

    Bagi Jojon, yang bernama asli Djuhri Masdjan, kumis menjadi jimat tersendiri. Apakah aslinya dia berkumis? Bagaimana sehari-harinya kalau dia tak berkumis?

    Kepada Tempo, dia punya cerita lucu soal kumisnya itu. Tahun 1980-an, Jayakarta Grup mengadakan pertunjukan di daerah. Mereka kedatangan seorang wanita. Jojon, yang kebetulan sedang rileks, menerima wanita itu. Namun si wanita belum sadar dia berbicara dengan siapa. Dia menyatakan tetap ingin bertemu dengan grup lawak pujaannya. Dia pun ingin berfoto bersama.

    Tidak dikenali wanita itu, Jojon malah keenakan. Dia kemudian memanggil para personel lainnya. Kata dia, ada yang ingin berfoto bersama. Tiga rekannya datang. Dia pun memilih untuk ngeloyor. Si wanita antusias sekali. Dia memasang kamera, tapi tiba-tiba dia merasa ada yang kurang. "Jojon ke mana?" tanyanya.

    Pertanyaan itu sontak memancing tawa. Padahal mereka biasanya yang kerap memancing orang untuk tertawa. "Lho, yang tadi Ibu ajak ngobrol itu Jojon," kata salah satu dari mereka. Nah, si wanita pun hanya melongo. Tak disangka, orang yang serius dengan dandanan yang berbeda itu adalah Jojon, pelawak yang kerap tampil nyentrik dengan banyolan yang mengundang tawa. (Baca: Jojon Meninggal, Ini Kesan Pelawak Doyok)

    UWD | TEMPO


    Terpopuler:

    Pamer Foto Tembak Kucing Ala Danang Tak Wajar
    Anas Urbaningrum Jadi Tersangka Pencucian Uang
    Diusir Mahasiswa Bandung, Prabowo Kecewa Berat


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.