Tegar Hibur Pengungsi Gunung Sinabung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tegar Septian. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Tegar Septian. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi cilik Tegar Septian, 12 tahun, dengan senang hati menghibur para korban Gunung Sinabung yang sudah hampir lima bulan berada di pengungsian. Penyanyi yang mengawali kariernya sebagai pengamen ini bahkan tak khawatir dengan status Gunung Sinabung yang masih berada dalam kondisi awas.

    "Enggak takut. Yang penting sudah baca doa aja sebelum berangkat. Tadi juga berangkatnya naik pesawat Hercules. Ini pengalaman pertama, mantap, dan Alhamdulillah bisa tidur," kata Tegar.

    Tegar datang bersama ratusan pendongeng dari berbagai pelosok negeri yang tergabung dalam Gerakan Para Pendongeng untuk Kemanusiaan (GePPuK) bersama ikatan istri Angkatan Udara (AU), Angkatan Darat, dan Angkatan laut yang tergabung dalam Dharma Pertiwi, dikomandoi istri Panglima Tentara Indonesia (TNI) Jenderal Dr Moeldoko, Koes Moeldoko.

    Bagi Tegar, bisa menghibur korban Gunung Sinabung adalah sesuatu yang membanggakan. Dirinya juga tak mempermasalahkan jika harus tidur bersama para korban di barak pengungsian. "Tegar sih biasa saja, tinggal tidur. Yang namanya Tegar kan pernah hidup susah. Mau makan tahu-tempe tidak masalah," katanya. (Baca: Ratusan Pendongeng Hibur Anak-anak Korban Sinabung) 

    Sementara itu, Dharma Pertiwi tidak hanya sekadar memberi sembako, tapi juga memberi semangat melalui cerita-cerita yang di lontarkan para pendongeng dan lantunan lagu yang dinyanyikan Tegar. Jadi, pencerahan secara psikologis setelah bencana tersebut bisa hilang. "Karena jumlah mereka relatif masih besar dan tersebar, maka kami membawa pendongeng dengan cukup banyak. Supaya mereka terhibur semuanya,” kata Koes.

    Tidak hanya sehari, Ketua Umum Dharma Pertiwi ini akan menemani satu demi satu masyarakat yang tinggal di pengungsian selama tiga hari, 2-4 Maret 2014. Lantaran keterbatasan waktu, pada hari pertama, Koes bersama pendongeng hanya bisa menghibur tiga lokasi pengungsian, di antaranya posko pengungsian di Simalem, Kabanjahe, Tanah Karo; Pusat Pembinaan Warga Gereja (PPWG) GBKP, Jalan Nabung Surbakti Nomor 2; dan Runggun/Majelis GBKP Kompleks Asrama Kodim, Jalan Nabung Surbakti.

    EVIETA FADJAR

    Berita Terpopuler
    Gwen Stefani Lahirkan Anak Ketiga 
    Kok Ada Agnes Monica di Java Jazz?
    Di Oscar 2014, Brad Pitt Menjadi Pembaca Nominasi
    Di Java Jazz, Deddy Dhukun Minta Dicium Penonton


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.