MA Dukung Laporan Gayus Lumbuun atas Acara TV

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana syuting acara Talk Show Hitam Putih di sebuah televisi swasta di Jakart a (13/11). Deddy Corbuzier menjadi host acara tersebut. TEMPO/Yosep Arkian

    Suasana syuting acara Talk Show Hitam Putih di sebuah televisi swasta di Jakart a (13/11). Deddy Corbuzier menjadi host acara tersebut. TEMPO/Yosep Arkian

    TEMPO.CO, Jakarta - Mahkamah Agung mendukung hakim agung Gayus Lumbuun yang melaporkan program Hitam Putih--yang tayang di salah satu stasiun televisi swasta--ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri. Ketua Mahkamah Agung M. Hatta Ali mengatakan laporan Gayus mengenai tudingan menerima duit Rp 700 juta dari artis Julia Perez agar memenjarakan artis Dewi Persik itu sudah benar dan prosedural.

    "Kalau itu fitnah, ya, kita harus mendukung. Jangan sampai orang menuduh terima ini padahal itu hanya fitnah," kata Hatta seusai Rapat Pleno Istimewa di Sekretariat MA Jakarta, Rabu, 26 Februari 2014. Menurut dia, laporan tersebut bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar tidak asal menuduh. "Ini perlu juga masyarakat diberi pelajaran yang seperti itu."

    Hatta menuturkan bahwa Gayus keberatan atas tayangan Hitam-Putih sehingga mempunyai hak melaporkan secara pidana. "Jangan seenaknya menuduh hakim telah melakukan suap, padahal faktanya tidak ada," kata mantan Ketua Pengadilan Negeri Manado itu. (Baca: Dilaporkan Gayus Lumbuun, Apa Kata Deddy Corbuzier)

    MA, kata dia, tidak akan memeriksa hakim Gayus bila belum memiliki bukti yang kuat. "Kalau tidak ada bukti sama sekali, apa yang akan diperiksa?" ujar Hatta. Ia juga belum bisa memastikan apakah MA akan membantu mediasi antara Gayus dan pihak Hitam Putih. "Mediasi itu kan dari pokja," ujar pria kelahiran Pare-Pare, Sulawesi Selatan, itu.

    Gayus didampingi hakim agung Dodo Iswara, Surya Jaya, dan Salam Luthan melaporkan acara Hitam Putih di Trans7 ke Mabes Polri siang tadi. Mantan anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu melaporkan dugaan pelanggaran hukum dengan pasal tentang pemalsuan dan fitnah dalam KUHP; UU Informasi, Transaksi, dan Elektronik; dan UU tentang Perbankan.

    LINDA TRIANITA

    Berita Terpopuler
    Dilaporkan Gayus Lumbuun, Apa Kata Deddy Corbuzier 
    Gaji Juri Besar, American Idol Musim ke-13 Rugi
    Mengenang Cerita Lucu Romo Mangunwijaya
    Butik Hijab, Pilihan Marshanda untuk Berbisnis


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.