Sakit, Waldjinah Masih Ingin Terus Bernyanyi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Indra Utami Tamsir (kiri) dan Waljinah. KOMPAS.com/IRFAN MAULLANA

    Indra Utami Tamsir (kiri) dan Waljinah. KOMPAS.com/IRFAN MAULLANA

    TEMPO.CO , Solo: Sudah sebulan lebih maestro keroncong Indonesia, Waldjinah, tergolek sakit di rumahnya di Solo, Jawa Tengah. Keinginan untuk terus menyanyi diharapkan menjadi obat, namun apa daya pelantun Walang Kekek tersebut tak kuasa beranjak dari dalam rumahnya.

    Di temui di rumahnya, Selasa 25 Februari 2014, Waldjinah sudah bisa duduk di kursi. Dia bahkan sudah dapat menemui tamu. Salah satunya James Chu, musisi asal Hong Kong. Kepada tamunya Waljinah merasakan tubuhnya lemah.

    Waldjinah seharusnya menjalani rawat inap di rumah sakit. Lantaran salah satu anaknya juga sakit, Waldjinah memilih untuk dirawat di rumah. Dua kali sehari, petugas dari rumah sakit datang memeriksa. (Baca: Waljinah Pingin Diundang Jokowi)


    "Kepala rasanya masih pusing," kata Waldjinah sembari menyandarkan tubuhnya di kursi. Sebab, tekanan darahnya masih tinggi. Dia belum berselera makan akibat gangguan pencernaan. "Ada semacam sariawan di lambung," katanya. Penyakit itu yang membuat Waldjinah harus keluar masuk rumah sakit selama beberapa tahun terakhir.

    Menurutnya, keinginan untuk tetap menyanyi memberikan dorongan untuk segera sembuh. "Pokoke isih pengin nyanyi (pokoknya masih ingin menyanyi)," katanya. Dia juga masih berangan-angan untuk memenuhi undangan pentas di Malaysia dan Singapura. "Tapi jadwalnya nunggu sembuh dulu," katanya. (Wajinah Raih Penghargaan)

    Selama ini, undangan pentas di luar negeri sering diterima dari Suriname. Kebetulan, banyak keturunan Jawa yang tinggal di negara tersebut. Musik keroncong sangat populer di sana. "Mudah-mudahan masih kuat untuk pergi ke sana," kata Waldjinah.

    AHMAD RAFIQ

    Berita Terpopuler:
    Pengakuan Sutan Bhatoegana Soal Ibas di Kasus SKK Migas
    Anak Panti Asuhan Samuel Tidur di Kandang Anjing
    Catherine Wilson Akui Terima Mobil dari Wawan 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.