Film Drama Romantis, The Right One

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Film The Right One

    Film The Right One

    TEMPO.CO, Jakarta - Perfilman Indonesia kembali diramaikan oleh karya anak bangsa dalam film berjudul The Right One. Film berbahasa Inggris hasil kerja sama dengan penulis asal Hollywood, Jonathan Coco ini dibintangi oleh aktris asal Austria, Tara Wraith, serta didukung band pengisi soundtrack asal Australia, Oak Tree Suite.

    "Film ini bercerita tentang kisah romantisme dua orang yang dipertemukan dalam takdir. Ceritanya memang ringan, agar dapat dinikmati semua orang," jelas Stephen Ong selaku sutradara film ini saat ditemui di Mal Grand Indonesia, Kamis, 20 Februari 2014.

    Film yang akan ditayangkan perdana pada 27 Februari 2014 ini bercerita mengenai dua profesional muda yang tinggal di Bali, terjebak dalam pekerjaan masing-masing, hingga suatu saat keduanya dipertemukan. Koneksi pun terjalin langsung di antara kedua muda-mudi ini. Mereka memutuskan untuk menghabiskan waktu sepanjang hari, berbincang seputar kehidupan, cinta, dan rasa frustasi.

    Tanpa mereka sadari, ternyata keduanya selalu dipertemukan dalam waktu dan posisi yang sama dalam momen dan suasana dramatis sebelum mereka benar-benar ditemukan. Film ini dibintangi oleh Gandhi Fernando, Tara Basro, Dave Alexandre, Sheila Tohir, Tara Wraith, dan Bran Vargas. Pembuatan film ini terinspirasi oleh film Before Sunrise dan Before Sunset yang disutradarai oleh Richard Linklater.

    ANINDYA LEGIA PUTRI
    Topik Terhangat
    #SaveRisma | Kelud | Roger Danuarta | Jokowi | Anggito |

    Berita Terpopuler
    Blusukan Baru Acil Bimbo
    Joshua Oppenheimer Sedih Tak Bisa ke Indonesia 
    Vicky Burki Kesulitan Pelajari Cengkok Minang
    Di Balik Album Gajah, Tulus Tetap Indie
    Rilis Album Baru, Tulus Nyaman di Jalur Indie  

     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.