Suami Nafa Urbach Jenguk Roger Danuarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Roger Danuarta saat memberikan keterangan kepada media perihal tertangkap dirinya di Polsek Pulo Gadung, Jakarta (17/02). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Roger Danuarta saat memberikan keterangan kepada media perihal tertangkap dirinya di Polsek Pulo Gadung, Jakarta (17/02). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemain sinetron dan pemain film Zack Lee, 29 tahun, menjadi rekan pertama Roger Danuarta yang menjenguk di kantor Polisi Sektor Pulogadung, Selasa, 18 Februari 2014. Datang sekitar pukul 14.00, Zack Lee terlihat sendirian.

    Dia mengemudikan mobilnya seorang diri. "Iya, habis nengok Roger, lihat kondisinya," kata dia kepada wartawan seusai berkunjung selama sekitar sepuluh menit. (Baca: Kasus Narkoba, Roger Danuarta Ditangkap Polisi)

    Zack Lee yang merupakan suami Nafa Urbach sudah mengenal Roger Danuarta, 33 tahun, sejak lama. Dia beberapa kali beradu peran dengan Roger di sejumlah sinetron.

    Dia menyatakan kaget atas kasus yang menimpa temannya itu. "Saya enggak nyangka," katanya. Namun, ujar dia, saat ini kondisi Roger yang sudah ditahan di sel terlihat sehat. "Yang penting dia sehat."

    Pemain sinetron Roger Danuarta ditemukan tidak sadar di dalam mobil Mercy bernomor polisi B-368-RY yang dia kemudikan saat melintas di Jalan Kayu Putih Tengah, Pulogadung, Jakarta Timur, pada Minggu malam, 16 Februari 2014.

    Sempat beredar kabar Roger tewas overdosis narkoba. Polisi memastikan Roger positif memakai heroin, tapi tidak terbukti memakai ganja, yang juga ditemukan di dalam mobilnya. Saat ini Roger mendekam di sel kantor Polisi Sektor Pulogadung.

    PRAGA UTAMA

    Berita Lain:
    Cynthiara Alona Kesal Dibilang Simpanan Wawan
    Kriteria Wanita Cantik Menurut Joe Taslim
    Kikan dan Inspirasi Nasi Bungkus

     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.