Mimpi Tasya Kamila Jadi Menteri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tasya Kamila saat diwanwancara oleh TEMPO di Jakarta (13/02). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Tasya Kamila saat diwanwancara oleh TEMPO di Jakarta (13/02). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan penyanyi cilik Tasya Kamila memiliki berbagai rancangan untuk masa depannya. "Penginnya suatu saat nanti aku jadi menteri," kata pemilik nama lengkap Shafa Tasya Kamila pada 13 Februari 2014 di Epicentrum, Jakarta.

    Peraih IPK 3,58 ini mengaku memang belum memastikan ingin menjadi menteri di bidang apa. Namun gelarnya sebagai Duta Lingkungan Hidup sejak 2006 dan Duta Konsumen Cerdas Nasional sejak 2011 hingga saat ini memotivasinya untuk banyak berpikir tentang lingkungan dan kepentingan masyarakat luas.

    Ia terbiasa bawel mengingatkan teman dan orang di sekitarnya untuk menjaga lingkungan serta berbelanja dengan hemat. Tasya pernah beberapa kali mengingatkan teman yang sedang menginap di rumahnya untuk menghemat air ketika sikat gigi.

    Ia pun mengajari asisten rumah tangganya untuk memilah sampah menjadi organik dan nonorganik. Pernah pula Tasya mengusulkan ke rektorat kampus untuk membuat bank sampah. "Tapi sayang, sampai aku lulus, programnya belum jalan juga," kata gadis yang lulus S1 dalam tiga tahun lima bulan ini.

    Tasya pun tahu, untuk menjadi seorang menteri, jalannya tentu tidak mudah. "Jalur jadi menteri itu kan mesti hebat di bidang akademik atau lewat jalur partai. Nah, kalau aku nanti deketin presidennya dulu aja deh. He-he-he," katanya terkekeh.

    MITRA TARIGAN | ISMA SAVITRI

    Terpopuler:
    Roger Danuarta Positif Pakai Heroin
    Wali Kota Tri Rismaharini Siap Mundur
    Dituding Plagiarisme, Anggito Mundur dari UGM
    Roger Danuarta Masih Tak Sadar Saat Ditemukan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.