Christine Hakim Terkesan Tafsiran Erwin Gutawa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Christine Hakim. ANTARA/Teresia May

    Christine Hakim. ANTARA/Teresia May

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktris Christine Hakim, 57 tahun, senang film Cut Nyak Dien ditafsirkan ulang oleh musikus Erwin Gutawa dalam konser '40 Tahun Erros Djarot'. Dia mengatakan sentuhan musik yang diberikan oleh Erwin, sangat berbeda dengan musik aslinya.

    “Sangat berbeda, tentu kan karena beda zaman. Tapi tadi itu oke banget,” ujar Christine kepada Tempo di Jakarta Convention Center, Jumat, 14 Februari 2014. Christine yang juga berperan sebagai Cut Nyak Dien dalam film itu mengatakan terkesan dengan tafsiran baru musik film tersebut.

    Film Cut Nyak Dien karya Erros Djarot pada tahun 1989, kembali ditayangkan dalam konser 40 Tahun Erros Djarot di Plenary Hall Jakarta Convention Center. Dua adegan dalam film itu ditayangkan serta diberi sentuhan musik latar film tafsiran Erwin Gutawa Orchestra.(Baca : Tafsir Erwin Gutawa untuk Musik Film Cut Nyak Dien )

    Cut Nyak Dien sendiri merupakan film debut pertama Erros selaku sutradara serta mengantar Christine sebagai peraih piala Citra kala itu. Dua adegan yang mendapat sentuhan musik Erwin Gutawa antara lain opening credit film dan adegan terakhir film itu. Musik Erwin yang megah mengisi dua bagian film legendaris yang proses produksinya memakan waktu selama tiga tahun tersebut.

    Live scoring music film juga bukan hal baru di Indonesia. Sebelumnya pertunjukan serupa sudah digelar oleh komposer Pierre Osser, konduktor Avip Priatna serta Jakarta Chamber Orchestra dan Paduan Suara Batavia Madrigal Singers di Teater Jakarta. Saat itu, Osser menginterpretasi ulang musik film tahun 1930-an, Nosferatu—film bisu yang bercerita soal drakula.

    SUBKHAN

    Berita Terpopuler
    Ustad Hariri Nyaris Lempar Mikrofon ke Bos Entis
    Cinta Penelope Diajak Nikah Siri Ustad Hariri
    Coboy Junior Terancam Dilaporkan ke Polisi 
    Trio Muslimah Nyanyikan Lagu Baru Erros Djarot


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.