Eros Djarot Masih Berteman Baik dengan Mega

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seniman Eros Djarot (kiri) saat berbincang dengan sejumlah penyanyi di lokasi latihan untuk konser 40 tahun Eros Djarot, Jakarta, Selasa (11/2). TEMPO/Aditia Noviansyah

    Seniman Eros Djarot (kiri) saat berbincang dengan sejumlah penyanyi di lokasi latihan untuk konser 40 tahun Eros Djarot, Jakarta, Selasa (11/2). TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO , Jakarta: Tak hanya menguasai soal musik, film dan media. Sosok Eros Djarot juga dikenal sebagai politikus. Ketika reformasi, Eros tampak memiliki kedekatan dengan Megawati. Bahkan pria berkumis kelahiran Rangkasbitung, 22 Juli 1950 pendiri Litbang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Bahkan Eroslah yang menciptakan lagu Mars Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

    "Banyak yang salah mengartikan kedekatan saya dengan Mbak Mega. Disangka ada kepntigan tertentu. Kami itu sudah seperti keluarga. Dulu saya sering bersama Mbak Mega karena saya punya harapan dengan sosok ini. Tetapi yang bikin gerah justru dengan orang-orang di sekelilingnya. Saya dengan almarhum Mas Taufik tak ada masalah. Kasihan saja, pembisik di sekitar Mbak Mega justru yang bikin segalanya jadi tak indah," ungkapnya panjang lebar.

    Ditemui di rumahnya di Komplek Deplu, Bintaro, Selasa, 11 Februari, seniman yang akan menggelar konser '40 Tahun Eros Djarot Berkarya' pada 14 Februari mendatang, mengatakan.

    "Lucu negeri ini, dulu orang-orang yang suka dan paling keras ngomongin soal Mbak Mega, langsung balik arah sekarang justru jadi orang yang paling depan dan membela. Semuanya munafik. Saya bukan tipe seperti itu. Saya enggak suka, keras dan kecewa saya utarakan ke Mbak Mega. Kalau kemudian ada banyak anggapan kami bermusuhan saya ketawa saja. Faktanya, saya dan Mbak Mega masih berhubungan baik, tapi enggak perlu juga gembar-gembor," katanya sambil senyum.

    Menekuni dunia politik diyakini Eros harus menggunakan akal dan hati nurani. Banyak politikus saat ini yang munafik karena mereka tak peka dan menggunakan kebatinan hati, pikiran, sikap dan tindakan.  

    "Saya tinggal lama di rumah keluarga Bung Karno. Dulu di rumah Ibu Fatmawati dan belajar kesenian juga dengan Guruh. Kami masih berhubungan baik. Jadi, kalau ada masalah dengan Mega saya anggapnya seperti ribut keluarga saja. Dan akur lagi, namanya juga keluarga," ujarnya bijak.

    HADRIANI P | RINA ATMASARI



    Topik Terhangat
    KRI Usman Harun |
    Dana Haji | Transjakarta Bekas | Caleg Selebritas| Banjir Jakarta|

    Berita Terpopuler
    Mengapa Lagu Eros Djarot Puitik dan Romantis?

    Aming Berguru pada Nia Dinata dan Joko Anwar

    Ini Pujaan Hati Donghae Suju 

    Olla Ramlan Terima Kado Dobel, Valentine dan Ultah 

    Mimpi Pernikahan Serba Hitam Cinta Penelope  






     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.