Simon Yin: Tempe Versus Air Seni Sapi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  TEMPO.CO, Jakarta - Bintang acara History Hidden Cities Extreme, Simon Yin, telah berpetualang di Indonesia, khususnya di tanah Minang. Selama di Sumatera Barat untuk petualangan di acara itu, rupanya dia mendapat banyak pengalaman. Namun, selama di Indonesia, ada satu makanan yang paling dia suka. 

    “Saya suka sekali tempe,” ujar Simon, dalam wawancara per telepon di Gedung Aldevco, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Februari 2014.

    Tempe, menurut dia, jauh lebih baik daripada tarantula yang pernah dia makan di sesi pertama, atau hagfish—makhluk berlendir yang hidup di bawah laut di Korea Selatan, ulat kelapa di Vietnam dan tikus di Filipina atau cowpathy—semacam ramuan obat kuno India dari air seni sapi. Mengkonsumsi cowpathy inilah yang paling ekstrem dan aneh. Dia belum merasakan makanan-makanan aneh di Manado. 

    Dari petualangan itu, Simon mengatakan merasakan banyak hal yang menantang. Dia mengeksplorasi segala sesuatu di tempat berbeda dan melakukan banyak hal gila. “Ini yang menantang,” ujarnya.

    Aktor yang pernah menjadi VJ MTV di New York ini selama di Indonesia merasakan pengalaman paling menantang dan melelahkan, yakni pacuan kerbau lumpur. Kegiatan ini sangat berisiko bagi mereka yang tidak ahli. “Saya harus berpacu mengikuti kerbau yang melaju kencang,” ujarnya.

    Dia juga bergelut dengan licinnya minyak di pohon pinang setinggi 10 meter yang menguji daya tahan seseorang dalam panjat pinang. Ada juga kejadian-kejadian lucu saat dia belajar membuat gula tebu secara tradisional di Bukittinggi.

    Dari beberapa tempat yang dia kunjungi untuk acara ini, Simon merasa paling tertantang, mendapat kesulitan dan usaha yang besar. “Mungkin saking luasnya negara ini,” ujarnya.

    Acara ini bisa di saksikan di History dan History HD di Indovision, Telkomvision, Top TV, Okevision, Topas TV, Aora, First Media, Big TV dan Biznet.

    DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.