Ketika Bimbim Slank Temui Ahok Idolanya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personil Slank, Bimbim dan Kaka saat peluncuran Slanker.tv di Markas Slank Potlot, Jakarta, (17/10). Berdirinya Slanker.tv ini untuk para Slanker, sekaligus menandadai 30 tahun berkarya Slank. TEMPO/Nurdiansah

    Personil Slank, Bimbim dan Kaka saat peluncuran Slanker.tv di Markas Slank Potlot, Jakarta, (17/10). Berdirinya Slanker.tv ini untuk para Slanker, sekaligus menandadai 30 tahun berkarya Slank. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Penggebuk drum dan vokalis grup band Slank, Bimbim dan Kaka, hari ini datang mengunjungi Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Hanya mereka berdua yang datang, tidak ditemani ketiga personel lainnya.

    "Mau ketemu Pak Ahok," ujar Kaka singkat, saat ditemui Tempo di depan ruang kerja Ahok, Selasa, 4 Februari 2014.

    Dalam kunjungan itu, Bimbim datang duluan. Pria bertubuh kurus itu datang mengenakan celana jin, kaos putih, serta jaket kulit warna hitam.

    Kaka, yang datang belakangan, mengenakan celana jin dan kemeja kotak-kotak berwarna merah kegelapan. Di matanya tersemat kacamata hitam.

    Kaka enggan menjelaskan apa maksud dari kunjungan itu. Ia hanya berkata bahwa dirinya dan Bimbim datang menemui Ahok karena belum pernah bertemu dengan mantan Bupati Belitung itu.

    "Saya kan pernahnya ketemu Jokowi," ujarnya sambil buru-buru masuk ke ruang kerja Ahok, menyusul Bimbim.

    Sebelumnya, saat nonton bareng film Slank Desember lalu, Bimbim pernah berkata dirinya diam-diam ngefans Ahok. Hal yang ia sukai dari Ahok adalah omelannya.

    Ia pun mengaku ingin ketemu Ahok. Apalagi grup band-nya selama ini lebih dekat dengan Jokowi dibanding Ahok.

    ISTMAN MP

    Berita Terpopuler
    Kronologi Pembunuhan Feby Lorita
    Meski Jokowi Sidak, Aparatnya Belum Kapok Juga
    Diancam, Pengungsi Kampung Pulo Baru Mau Makan
    Pembongkaran 81 Makam Diduga Ulah Pengembang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.