Eros Djarot: Bodoh Kalau Banjir Salahkan Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Eros Djarot

    Eros Djarot

    TEMPO.CO, Jakarta - Bencana banjir yang kembali menimpa Jakarta beberapa waktu terakhir menimbulkan banyak pihak yang berkomentar termasuk menyalahkan keberadaan sosok pemimpin DKI Jakarta, Joko Widodo. Menurut musikus serta politikus Eros Djarot, memang akan ada saja yang menyalahkan hal semacam ini pada Jokowi.

    "Hanya orang bodoh yang minta Jokowi menyelesaikan banjir ini dalam dua tahun," kata Eros kepada Tempo di Grand Indonesia, 28 Januari 2014.

    Menurut Eros, banjir di Jakarta sudah ada sejak lama. Tidak bisa langsung diselesaikan dalam waktu cepat. "Banjir ini masalah klasik," katanya lagi.

    Menurut Eros jika mau menyalahkan, masyarakat harusnya melihat ke pemerintahan di Jakarta yang lalu sebelum Jokowi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.  "Kalau kita mau menyalahkan, pemerintah 20 tahun ke belakang ngapain aja?" ujar adik dari seniman Slamet Rahardjo .

    Menurut Eros, diperlukan kebijakan-kebijakan yang tepat dan penanganan yang serirus dari pemerintah itu sendiri. Dan tentunya semua dilakukan secara berkelanjutan. "Kalau Jokowi yang disalahkan terlalu sadis," katanya.

    Pada 14 Februari mendatang, Eros akan menggelar konser 40 Tahun Eros Djarot di Plennary Hall, JCC Senayan Jakarta. Sebanyak 25-30 lagu karya Eros akan dibawakan dengan aransemen berbeda dan live arahan Erwin Gutawa, dinyanyikan Iwan Fals, Berlian Hutauruk, Once, Glenn Fredly, Bunga Citra Lestari, Marcell Siahaan, Alea, The S.I.G.I.T, Eva Celia, Kikan, dan musikus lainnya.

    AISHA

    Berita Lain:
    Cuti Bekerja, IU Ogah Diet
    Tiga Personil SNSD Habiskan Malam Imlek Bersama
    Murry 'Koes Plus' Datangi Saudara Sebelum Wafat



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.