The S.I.G.I.T Kesulitan Buat Lagu Bahasa Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • The S.I.G.I.T

    The S.I.G.I.T

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagian besar musisi dalam negeri tentunya lebih gampang membuat lagu berbahasa Indonesia. Tapi kebalikan justru dialami grup band rock asal Bandung, The S.I.G.I.T. "Kita sebenarnya sangat ingin (membuat lagu berbahasa Indonesia). Tapi belum ada tema yang pas, lagian susah," kata gitaris grup itu, Farri kepada Tempo pada 29 Januari 2014 di Grand Indonesia, Jakarta.

    Farri mengatakan, ia dan teman-temannya tidak bermaksud gaya-gayaan dengan lirik bahasa Inggris pada semua karya cipta mereka. Namun menurutnya, jalan mereka sepertinya memang lebih pas untuk berkarya dalam bahasa internasional. "Bukannya kita berlagak bikin lagu bahasa Inggris, tapi emang nggak bisa bikin lagu bahasa Indonesia. Hahaha. Susah beneran," kata Farri kembali menekankan.

    Pria berambut keriting ini pun mengagumi seniman Eros Djarot yang bisa membuat lagu-lagu berbahasa Indonesia dengan kata-kata yang bagus dan berima. "Itu sangat menyentuh kalbu. Susah banget deh," kata kelompok musik yang akan membawakan dua buah lagu rros pada konser bertajuk "40 Tahun Eros Djarot Berkarya" pada 14 Februari nanti.

    Tapi menurut mereka, sebagai kelompok musik rock, penyuka lagu-lagu mereka pun lebih tersegmentasi dan lebih banyak melihat dari sisi bahasa Inggrisnya. "Makanya kita juga enggak punya target muluk di Indonesia," kata alumnus S2 Arsitektur  Institut Teknologi Bandung ini.

    The S.I.G.I.T mengaku terinspirasi dari musisi seperti Black Sabbath dan Led Zeppelin. Farri khususnya, mengaku suka mendengarkan musik dari Pink Floyd, Deep Purple, dan beberapa musisi lain era 60-70-an.

    Walau kepopuleran grup ini tidak terlalu tercium di Indonesia, namun, The S.I.G.I.T sebenarnya sudah cukup terkenal di beberapa negara orang seperti di Australia dan Amerika Serikat. Lagu-lagu berbahasa asing milik mereka sangat disukai penggemarnya. Terutama ketika dinyanyikan di berbagai panggung dunia, seperti Hong Kong, Macau, dan Singapura. Meski begitu, The S.I.G.I.T enggan dibilang sudah go international. "Waduh, kalau go international itu kayaknya terlalu berlebihan," kata Farri, merendah.

    MITRA TARIGAN

    Berita Terpopuler
    KPK Tangkap Buron Anggoro 'Cicak-Buaya'?  
    Jadi Saksi, Akil Mochtar Gertak Pengacara  
    Aib Dibuka Mantan Kawan, Farhat Abbas Membalas  
    Farhat Abbas Minta Nia Mengingat Jasanya


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.