Rhoma Irama Terima Royalti Rp 50 Juta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rhoma Irama. TEMPO/Nurdiansah

    Rhoma Irama. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Rhoma Irama dikenal produktif menciptakan lagu. Selama bermusik selama hampir 40 tahun, ayah kandung Ridho Rhoma ini sudah menulis 1.000 lagu. Ia pun terus meraih berkah dari lagu ciptannya. Pada Sabtu lalu, 25 Januari 2014, ia menerima royalti Rp 50 juta di markas Royalti Anugrah Indonesia (RAI) di bilangan Jatiwaringin, Bekasi.

    Rhoma bersyukur atas pemberian royalti itu. "Alhamdulillah, ya, patut disyukuri. Alhamdulilah, setelah diurus sendiri oleh RAI, ada peningkatan hak royalti buat teman-teman musisi dangdut, " ujar Rhoma.

    Mara Karma, pedangdut lain, menilai Rhoma layak menerima royalti sebanyak itu. "Bung Rhoma memang paling banyak lagunya, wajar kalau dia dapat royalti paling banyak," ujarnya.

    Selain Rhoma, ada ratusan pencipta lagu dangdut dari seluruh Indonesia yang siang itu mendapat royalti. Besar royalti yang diterima tiap musikus tidak sama, tergantung pada jumlah karya yang didaftarkan.

    Rhoma yang tengah berupaya mencalonkan diri sebagai presiden pada Pemilu 2014 berharap kinerja pengurus RAI bisa terus ditingkatkan dalam hal mengutip royalti dari para pengelola karaoke atau siapa pun yang memanfaatkan lagu-lagu musikus dangdut untuk keperluan komersial.

    Rhoma yakin masih banyak  pengelola hiburan yang belum tersentuh oleh RAI. "Kalau kinerja RAI terus ditingkatkan, hasilnya akan lebih besar lagi. Selain itu, saya minta kepada Mara Karma untuk segera menyelesaikan masalah korupsi yang menimpa AHCDI (Asosiasi Hak Cipta Dangdut Indonesia)," ujarnya.(Baca : Capres 2014, Rhoma Mengaku Dipinang Muhaimin)

    Ia mengatakan jangan sampai kasus tidak tuntas hanya karena ada rasa kasihan sebab perkara melibatkan teman sendiri. "Ini akan menjadi preseden buruk buat insan dangdut ke depannya, " tegas Rhoma yang menjabat Ketua Umum Persatuan Artis Musik Melayu Dangdut Indonesia. 

    Mendapat imbauan itu, Mara Karma menyatakan kesiapannya untuk segera menyelesaikan kasus korupsi di AHCDI. "Yang membuat saya jengkel bukan hanya korupsinya, tapi kelakuannya yang mengutip iuran kepada pengelola hiburan tanpa seizin pengurus. Dan yang membuat saya kesal, dia berani memalsukan tanda tangan saya," kata Mara Karma dengan nada meninggi tanpa mau menyebut nama oknum AHCDI yang dia maksud.

    EVIETA FADJAR

    Berita Terpopuler
    Para Pemenang Grammy Awards
    Video Klip Penyanyi Indonesia Muncul di Grammy
    Yenny, Mantan Personel Trio Macan, Hilang
    Hadiri Grammy, Madonna Tampil Kompak dengan Anak 
    Adele Menangkan Best Song Written di Ajang Grammy


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.