Amel Carla Menantikan Naruto Manga 661

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Amel Carla. TEMPO/ Agung Pambudhy

    Amel Carla. TEMPO/ Agung Pambudhy

    TEMPO.CO, Jakarta - Artis cilik yang kini beranjak remaja, Amel Carla mengaku suka dengan komik. "Aku suka baca selain hobi makan dan mengumpulkan pernik rambut," kata Amel yang dihubungi melalui telepon pada Rabu, 15 Januari 2014.

    Remaja bertubuh tambun kelahiran Bontang, 21 Juli 2001 ini menyebutkan, "Naruto Manga 661 aku juga suka. Sekarang kan sedang heboh. Komik Bahasa Indonesianya sangat dinantikan termasuk aku juga he he he," ujarnya sambil terbahak.

    Sebelumnya kata Amel, dalam Naruto 660 terlihat Kurama sudah lepas dari tubuh Naruto atau bisa dibilang Naruto sudah tidak lagi Jinchuuriki.

    "Kebayang dong komik ini bakal menghebohkan dan sekarang sangat dinanti banyak orang."

    Menurut Amel, dalam Naruto 661 yang sangat dinantikan para pecintanya akan memuat apa yang terjadi dengan Sembilan Siluman berekor.  "Pokoknya aku enggak sabar menunggu Naruto 661."

    Naruto adalah sebuah serial manga karya Masashi Kishimoto yang diadaptasi menjadi serial anime. Manga Naruto bercerita seputar kehidupan tokoh utamanya, Naruto Uzumaki, seorang ninja remaja yang berisik, hiperaktif, dan ambisius yang ingin mewujudkan keinginannya untuk mendapatkan gelar Hokage, pemimpin dan ninja terkuat di desanya. Serial ini didasarkan pada komik one-shot oleh Kishimoto yang diterbitkan dalam edisi Akamaru Jump Agustus 1997.

    HADRIANI P
    Topik Terhangat
    Banjir Jakarta | 40 Tahun Malari | BBM Akil Mochtar | Anas Ditahan | Ariel Sharon |

    Berita Terpopuler
    Rumah Justin Bieber Digerebek Polisi 
    The Raid 2 Siap Tayang 
    Tina Fey Sindir Taylor Swift di Golden Globe
    Situs E! Minta Maaf ke Michael J. Fox 
    Song Joong Ki Berlibur di Tengah Wajib Militer  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.