Puing Porsche Paul Walker Jadi Sasaran Pencuri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paul Walker saat memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai di resepsi pernikahan Caleb di California, 22 Oktober 2013 silam.  Foto-foto pernikahan ini didokumentasikan oleh jasa foto Chard Photography. Dailymail.co.uk/Chard Photography

    Paul Walker saat memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai di resepsi pernikahan Caleb di California, 22 Oktober 2013 silam. Foto-foto pernikahan ini didokumentasikan oleh jasa foto Chard Photography. Dailymail.co.uk/Chard Photography

    TEMPO.COLos Angeles – Ada cerita lain di balik insiden kecelakaan yang menimpa bintang film Fast & Furious, Paul Walker. Seorang remaja berusia 18 tahun dan rekannya dilaporkan mencuri puing-puing mobil Porsche Carrera GT yang ditumpangi Walker.

    Akibatnya, seperti dilaporkan Washington Post hari ini, pemuda bernama Jameson Witty ditangkap Kepolisian Los Angeles di rumahnya. Sementara itu, satu tersangka lagi yang berusia 25 tahun menyerahkan diri di luar wilayah California.

    Pencurian terjadi saat Porsche ini tengah diderek dan hendak dipindahkan dari lokasi kecelakaan yang menewaskan Walker dan rekannya, Roger Rodas. Kepolisian menuturkan, sebuah mobil datang dan seseorang tiba-tiba keluar dari mobil itu. Orang itu kemudian mengambil bagian dari mobil Paul Walker dan langsung kabur dengan mobilnya.  

    Belum diketahui apa motif pencurian yang dilakukan. Hingga saat ini, Witty masih ditahan pihak berwajib dan tanpa pengacara. Bahkan, polisi juga tidak bisa mengontak keluarganya.

    ANINGTIAS JATMIKA |  WASHINGTON POST


    Berita Terpopuler

    Konflik Farhat-Dhani Masuki Babak Baru 
    Pelapor Vita KDI ke Polisi Ganti Dituduh Selingkuh 
    Paul Walker Sebenarnya Bisa Selamatkan Diri 
    Porsche Paul Walker Paling Sulit Dikendalikan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.