Hanung Bramantyo: Film Soekarno Sesuai Sejarah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktor Ario Bayu (kanan) beradu akting bersama aktor Lukman Sardi saat syuting film

    Aktor Ario Bayu (kanan) beradu akting bersama aktor Lukman Sardi saat syuting film " Soekarno Indonesia Merdeka!" di Kebun Raya, Bogor (26/7). ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Sutradara Hanung Bramantyo akan tetap memutar film terbarunya, Soekarno.  Ia yakin  film yang menceritakan perjalanan hidup presiden pertama Indonesia itu sudah cukup baik dan tidak memelintir sejarah. 

    "Saya akan terus memutar film Soekarno, karena film ini tidak ada kesalahan apapun," katanya di @america, Pacific Place, Jakarta,  Jumat 20 September 2013.

    Film Soekarno  sebelumnya sempat mendapat protes dari pihak keluarga Soekarno. Bahkan salah satu putri Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri telah melayangkan somasi pada Multivison Plus Picture (MVP) pada 12 September 2013. Perusahaan film yang dipimpin Raam Punjabi itu dinilai menyalahi aturan terkait film Soekarno.

    Hanung menuturkan sebagai sutradara ia siap mempertanggungjawabkan hasil karyanya itu. Apalagi, sebelum membuat film tersebut, ia sudah melakukan riset yang cukup terperinci, sehingga filmnya tidak melenceng dari sejarah. "Film Soekarno tidak akan menyinggung apapun atau siapapun," katanya.  Hanung pun siap menggelar  kegiatan bedah film bila nanti ada yang meragukan  filmnya.


    MITRA TARIGAN


    Topik terhangat:
    Penembakan Polisi | Tabrakan Anak Ahmad Dhani | Mobil Murah | Miss World | Info Haji


    Berita terpopuler:
    'Efek Jokowi' Hanya Terbukti di Twitter?
    Kenapa TVRI Tak Bacakan HL Koran Tempo Pagi Ini?
    Satu Pelaku Penembakan Briptu Ruslan Ditangkap
    Masuk Daftar Hitam AS, Afif: Saya Hanya Guru Ngaji
    Ahok Melunak Soal Mobil Murah Usai Bertemu Wapres

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.