Selasa, 20 November 2018

Idealisme dan Eksistensi Bermusik ala Glenn Fredly  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Glenn Fredly dalam Konser tungalnya yang bertemakan Demo Lagu Sendiri di Gedung Kesenian Jakarta, Kamis (5/9). Dalam konser selama dua jam ini, Glenn membawakan 30 judul lagu miliknya. TEMPO/Nurdiansah

    Penyanyi Glenn Fredly dalam Konser tungalnya yang bertemakan Demo Lagu Sendiri di Gedung Kesenian Jakarta, Kamis (5/9). Dalam konser selama dua jam ini, Glenn membawakan 30 judul lagu miliknya. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kamis, 5 September 2013, Glenn Fredly sukses menggelar mini konser tunggalnya di Gedung Kesenian Jakarta. Acara dibuka dengan penampilan dua penyanyi pendatang baru, Yura dan Gilbert Pohan. Dengan memainkan alat musik, Yura pada keyboard dan Gilbert pada gitar, keduanya membawakan lagu Masih Ada yang dipopulerkan oleh Dian Permana Putra.

    Bisa dikatakan konser yang bertajuk "Demo lagu Sendiri" ini memang dirancang oleh Glenn untuk menjadi sebuah media bagi dirinya mengisahkan cerita-cerita di balik pembuatan lagu-lagunya selama ini. Peran sosok-sosok penting, pengalaman hidup, dan suasana saat ia merasakan sesuatu, menjadi satu keutuhan yang mendukung seorang Glenn Fredly untuk berkarya menciptakan lirik-lirik yang romantis dan menyentuh hati.

    "Malam ini akan berbeda dengan konser yang biasanya saya kerjakan. Saya beri tema 'Demo Lagu Sendiri' karena saya lebih suka berdemo di atas panggung ketimbang jadi pendemo bayaran," katanya saat membuka konser tersebut di Gedung Kesenian Jakarta, 5 September 2013.

    Tata panggung sederhana dengan pencahayaan minimalis tidak membuat konser dengan kapasitas penonton sekitar 475 orang itu menjadi tidak menarik. Sebaliknya, dengan tata panggung seperti sebuah ruang latihan bermusik, Glenn menampilkan dirinya demikian santai dan hangat. Ia hanya menggunakan kaus putih dengan luaran sweater lengan panjang berwarna hijau, celana jins, topi, dan sepatu kets. Malam itu, pria bernama lengkap Glenn Fredly Deviano Latuihamallo itu bercerita tentang banyak hal mengenai bagaimana lagu-lagunya diproduksi, inspirasi lagu-lagu terbaik, dan banyak lagi.

    Hal seperti ini sangat jarang dilakukan oleh seorang Glenn pada konser-konser sebelumnya. Terutama setelah dirinya memutuskan untuk keluar dari label dan memilih untuk bermusik di jalur independen demi senantiasa bereksistensi di dunia musik Tanah Air. Beberapa kali Glenn mengeluarkan celetukan dan menimpali para penonton yang selalu tidak sabar menunggu dirinya mulai bernyanyi dari satu lagu ke lagu lain.

    Ada momen yang sangat menyentuh ketika Glenn bercerita tentang penciptaan lagu Karena Cinta yang ia buat untuk finalis Indonesian Idol pertama.

    "Saya ingin menyanyikan lagu Karena Cinta tanpa iringan musik. Saya akan berada di tengah sana (menunjuk area di tengah penonton)," sahutnya seraya melangkahkan kaki menuruni panggung. Lampu sorot mulai diarahkan pada sosok Glenn yang sudah berdiri di tengah-tengah penonton.

    "Saat menciptakan lagu itu termasuk waktu yang cepat. Saya di ruang tengah saat itu, berdiri seperti ini, memejamkan mata," ia menambahkan sembari menutup kedua matanya. Tak lama, Glenn pun bernyanyi dengan penuh penghayatan. Tiba pada bagian reffrain, suara Glenn berhenti. Ia sempat meneteskan air mata dan memberi jeda untuk kembali melanjutkan nyanyiannya tersebut. Namun, tak lama kemudian, Glenn lanjut dan menyelesaikan lagunya tersebut.

    "Lagu Karena Cinta tercipta seperti itu, spontanitas seperti itu. Lirik saya enggak nulis lirik, saya enggak pegang kertas, pulpen, saya hanya berdiri di tengah ruang seperti itu. Jadi membuat sebuah lagu itu, makanya bukan saya mau sok-sok idealis. Kalau elo enggak idealis, elo mati, men! Orang kalau enggak punya idealisme itu zombie," sahutnya sambil kembali melangkah ke atas panggung.

    Konser yang digelar lebih dari dua jam itu tidak terasa berjalan dengan cepat. Nyanyian dan penampilan Glenn ditambah kisah yang ia bagi sangat menghipnotis para penonton yang didominasi oleh wanita dalam rentang usia 20 tahun ke atas. Jadi, cukup wajar apabila selama konser berlangsung, pekikan suara penonton memanggil-manggil nama Glenn atau untuk lagu yang mereka nanti-nantikan.

    Pada malam itu, Glenn membawakan 26 lagu, termasuk satu lagu encore. Jauh, Cafe Biru, Pantai Cinta, Terpesona, Januari, Akhir Cerita Cinta, dan Kasih Putih menjadi beberapa buah lagu pilihan yang ia nyanyikan malam itu. Selain itu, Glenn pun sempat membawakan lagu Katakan Kau Milikku milik Rio Febrian, kemudian lagu Dibalas dengan Dusta milik Audy Item, dan lagu Apa Adanya yang dipopulerkan oleh AB Three.

    Demo Lagu Sendiri dapat dikatakan berlangsung sukses. Penonton terlihat sangat puas meninggalkan GKJ malam itu. Terlebih, sesaat sebelum Glenn mengakhiri konsernya, ia memberikan kejutan dengan membagikan lima CD lagunya kepada lima orang secara acak. Satu lagi, Glenn berencana melangsungkan konser serupa di Soehana Hall SCBD, Jakarta, pada tanggal 28 September 2013 mendatang.

    AISHA


    Berita Terpopuler

    Kethoprak Ki Ageng Suryomentaram Pentas
    Di Album Terbaru, Navicula Garap Lagu Antikorupsi
    Tunangan Zaskia Gotik Mau Curhat ke Cyntiara Alona
    Sheryl Sheinafia Idolakan Gitaris Endah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.