Haruka JKT 48 Kesulitan Belajar Bahasa Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sama seperti Aki Takajo, Haruka Nakagawa yang mantan anggota AKB48 ditransfer ke JKT48 pada November 2012. Keduanya mewakili JKT48 pada konser AKB48 Unit Matsuri dan AKB48 Request Hour Setlist Best 100 2013 yang berlangsung Januari kemarin di Tokyo Dome City Hall. TEMPO/Dasril Roszandi

    Sama seperti Aki Takajo, Haruka Nakagawa yang mantan anggota AKB48 ditransfer ke JKT48 pada November 2012. Keduanya mewakili JKT48 pada konser AKB48 Unit Matsuri dan AKB48 Request Hour Setlist Best 100 2013 yang berlangsung Januari kemarin di Tokyo Dome City Hall. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Meski baru di akhir 2012 bergabung dengan JKT48, kemampuan berbahasa Indonesia Haruka Nakagawa sudah dipuji oleh rekannya sesama anggota grup vokal JKT48.

    "Haruka sudah lancar berbahasa Indonesia, bahkan saat ditelepon ayahnya dari Jepang, ia malah berbicara bahasa Indonesia, yang jelas-jelas tidak dimengerti ayahnya," ujar Melody, salah seorang anggota JKT48, saat ditemui di JKT48 Theater, Fx Mal, Jakarta Selatan, Rabu, 21 Agustus 2013.

    Adapun Haruka yang di'impor' dari grup idola Jepang AKB48 ke sister group yang berbasis di Jakarta itu, merasa dirinya sempat kesulitan saat belajar bahasa Indonesia. " Ya, bahasa Indonesia sangat sulit, tapi saya menyukainya. Saya juga suka makanannya, ya. Sambal, gorengan, sate, bakso, enak, ya, semua," ungkap Haruka.

    Anak kedua dari lima bersaudara itu juga menyebut kehangatan penduduk Indonesia sebagai salah satu sebab ia belum terpikir pulang ke Tokyo. Apalagi para personel JKT48 juga sangat baik memperlakukan ia sebagai anggota baru.

    ANINDYA LEGIA PUTRI

    Berita Terpopuler:
    Rachmawati: SBY Tak Punya Etika Politik

    Soal Tes Keperawanan, Ini Jawaban HM Rasyid

    KPK: Djoko Susilo Cuma Bisa Jadi Ketua RT

    Jenderal Moeldoko: Saya Bukan Ahli Surga

    Dahlan Iskan: Untung SBY Tak Seperti Mursi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.