Paragita UI Juara di Filipina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota paduan suara Paragita Universitas Indonesia bernyanyi di kampus UI, Depok, Jawa Barat. Tempo/Didit Majalolo

    Sejumlah anggota paduan suara Paragita Universitas Indonesia bernyanyi di kampus UI, Depok, Jawa Barat. Tempo/Didit Majalolo

    TEMPO.CO, Manila -Paduan Suara Mahasiswa Paragita Universitas Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa dalam kompetisi paduan suara internasional di Manila, Filipina, 7-9 Agustus 2013. Dalam lomba bertajuk 1st Andrea O Veneracion International Choir Festival itu, Paragita UI menembus dominasi koor tuan rumah dengan merebut posisi runner up pada kategori Mixed Chamber Choir.

    Paragita berhasil merebut hati para juri dari lima benua pada malam kompetisi, 8 Agustus 2013 lalu di Tanghalang Nicolar Abelrado, Central Cultural of Phillippines (CCP), Manila.

    "Ini merupakan buah perjuangan latihan kami selama empat bulan terakhir ini," ujar Agus Yuwono selaku konduktor Paragita kepada Tempo di Wisma Kedutaan Besar Republik Indonesia di Makati, Manila, 10 Agustus 2013 usai pengumuman pemenang di CCP Complex.

    Melalui lagu madrigal reinassance Piagn'e Sospira (Claudio Monteverdi), lagu era romantik Fruhlingsblick (Max Reger), lagu modern Kalejs Kala Debesis (Selga Mence), dan nomor wajib kompetisi Three Kalingga Chants (Nilo Alcala) Paragita UI memukau penonton di gedung pertujukan berkapasitas 1.800 orang itu.

    Atas prestasi itu, Paragita UI berhak mendapatkan hadiah uang tunai senilai US$ 3,500 beserta penghargaan dari Central Cultural of Phillippines. Namun, Paragita UI juga harus mengakui keunggulan One Chamber Choir asal Singapura yang keluar sebagai kampiun kategori tersebut. Sedangkan di urutan ketiga, Kammerchor Manila asal Filipina menjadi satu-satunya koor lokal yang merebut posisi tiga besar.

    Agus mengaku tidak menyangka grup yang dipimpinnya bisa merebut posisi kedua di kompetisi ini bersaing dengan koor Filipina yang sudah terkenal di mancanegara.

    "Apalagi sebagian anggota tim ini angkatan baru Paragita tahun 2011 dan 2012," kata dia.

    Selama ini, Paragita memang rutin mengikuti kompetisi di luar negeri, terutama di Eropa. Tahun lalu, kelompok ini berhasil meraih kusala khusus untuk interpretasi lagu wajib terbaik dalam kompetisi prestisius Bela Bartok Choir Competition di Debrecen, Hungaria. Sebelumnya, pada tahun 2009, Paragita juga berhasil menyabet gelar juara pertama kategori lagu klasik, dan juara ketiga di kategori lagu rakyat pada Internationaler Chorwettbewerb di Spittal an Der Drau, Austria.

    Andrea O Veneracion International Choir Festival ini sendiri diselenggarakan oleh Central Cultural of Phillippines (Pusat Kebudayaan Filipina, lembaga resmi pemerintah) bekerjasama dengan paduan suara terkemuka dunia saat ini, yaitu The Phillippines Madrigal Singers atau yang dikenal dengan MADZ. Kelompok yang dinobatkan menjadi UNESCO Goodwill Ambassador itu menyematkan nama conductor pertama mereka, Profesor Andrea Ofilada Veneracion sebagai tajuk lomba.

    Prof Andrea dikenang sebagai tokoh paduan suara berpengaruh di Filipina. Bersama dengan MADZ, dia berhasil meraih gelar prestisius dunia paduan suara: European Grand Prize for Choral Singing 1997. Tradisi tersebut berlanjut pada 2007, dibawah komando Mark Anthony Carpio yang menjadi penerus Prof Andrea. Sehingga MADZ menjadi satu-satunya paduan suara asal Asia yang pernah menjuarai European Grand Prize sebanyak dua kali hingga kini.

    SUBKHAN
    Berita Terhangat
    Idul Fitri 2013
    Ahok vs Lulung
    Sisca Yofie
    Penembakan Polisi
    Bom Vihara Ekayana


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.