Nikita Bercanda Ditanya Jumlah Pertayaan Polisi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktris Nikita Mirzani saat menjalani sidang perdananya terkait kasus penganiayaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (9/1). TEMPO/Dian Tryuli Handoko

    Aktris Nikita Mirzani saat menjalani sidang perdananya terkait kasus penganiayaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (9/1). TEMPO/Dian Tryuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Selebriti Nikita Mirzani mengaku tak ingat jumlah pertanyaan yang dilontarkan penyidik dan jawaban yang diberikannya. "Berapa ya? Banyak. Seribu lima ratus," kata dia sambil cengengesan.

    Nikita datang ke kantor polisi sekitar pukul 12.30 WIB tadi. Nikita tampak mengenakan kaos singlet kuning, celana lutik selutut, dan kacamata cokelat tua. Sekitar satu jam 15 menit kemudian, artis panas ini keluar dari gedung reserse kriminal Polrestabes Bandung. Nikita mengaku dia dimintai keterangan oleh penyidik terkait perkelahian Sabtu 27 Juli lalu di Kafe Golden Monkey, Dago.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar Trunoyudho Wisnu mengatakan, Nikita sejatinya memenuhi panggilan untuk diperiksa sebagai saksi. "Dia diperiksa sebagai saksi untuk kasus yang dilaporkan Yun Tjun," kata dia di kantornya.

    Nikita terlibat perkelahian di Kafe Golden Monkey, Dago, Bandung, Sabtu, 27 Juli 2013 dinihari. Pagi harinya, ia lalu melapor ke Polrestabes Bandung sebagai korban penganiayaan dan kemudian dimintai keterangan. Membalas, siang dan esok harinya, lawan dia, Yun Tjun dan Fia, balik melaporkan Nikita sebagai pelaku penganiayaan ke kantor yang sama.

    ERICK P. HARDI

    Topik Terhangat
    Penembakan Polisi
    | Bom Vihara Ekayana | Idul Fitri 2013 | Ahok vs Lulung | Anggita Sari

    Baca:

    Pembunuhan Sisca Yofie Direncanakan Matang
    Penembak Halte Transjakarta Naik Mobil Fortuner

    Kalla Dikunjungi Tiga Juragan Besar Media


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.