Ridwan Saidi Lebaran Tradisi Betawi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Budayawan Ridwan Saidi. Tempo/Tony Hartawan

    Budayawan Ridwan Saidi. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO , Jakarta:Lebaran begitu lekat dengan tradisi kumpul bersama keluarga. Tradisi tersebut mengakar di budaya Betawi Jakarta. Menurut Ridwan Saidi, Budayawan Betawi, tradisi lebaran ala Betawi tak jauh beda dengan tradisi budaya lain. “Lebaran ala Betawi ya kumpul keluarga sama kayak yang lain, silaturahmi” kata Ridwan Saidi kepada Tempo, Rabu, 7 Agustus 2013.

    Beberapa tradisi khas yang berlangsung antar kelurga juga masih dipertahankan di Betawi, yakni Nanggok dan Ngedot. Nanggok adalah budaya memberikan uang kepada anak-anak sebagai sangu saat lebaran.

    Ngedot adalah saling bertukar makanan seperti kue, masakan lebaran antar keluarga dan tetangga. Tradisi tukar makanan tersebut dimulai pada malam takbiran.

    “Budaya itu masih ada sampai sekarang nggak luntur kok. Bahkan di Betawi tengah budaya makan daging kerbau waktu lebaran juga masih ada” imbuh Ridwan.

    Untuk suguhan kue lebaran, Betawi punya makanan khas seperti kue lapis, rengginang, kue geplak dan tentu saja opor ayam serta ketupat.

    NURUL MAHMUDAH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.