Sesumbar, Vanny Rossyane Didukung Denny Indrayana

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vanny Rosyane. TEMPO/Nurdiansah

    Vanny Rosyane. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Nama Vanny Rossyane sebagai whistleblower mencuat sejak mengungkapkan kondisi Lembaga Pemasyarakatan Narkotik Cipinang. Mantan kekasih Freddy Budiman, terpidana mati kasus narkoba, ini mengaku kepada publik perihal aktivitas pribadinya bersama Freddy. Terungkap bahwa Vanny bersama Freddy dapat leluasa menggunakan ruangan di LP Cipinang untuk bercinta dan pesta sabu.

    Ketika ditanya perihal pernyataannya itu, Vanny mengaku tak merasa gentar. "Saya tak peduli, Pak Denny Wamen (Denny Indrayana) yang back up saya," ujarnya dalam pesan pendek kepada Tempo, Selasa, 30 Juli 2013. Dalam pesan sebelumnya ketika tim Tempo ingin menemui dirinya, Vanny mengaku sedang bersama ajudan Denny Indrayana.

    Akibat pernyataan Vanny itu, Kepala LP Narkotik Cipinang Thurman Hutapea dicopot jabatannya. Pencopotan jabatan tersebut atas inisiasi dari Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana.

    Sementara itu, Anggita Sari yang mengaku sebagai kekasih resmi Freddy Budiman rupanya menyiapkan tuntutan untuk Vanny. Anggi bersama Thurman Hutapea menganggap pernyataan Vanny adalah kebohongan. "Saya sama Pak Thurman Hutapea akan mengungkap semua bukti yang ada. Saya, sih, optimistis, ya, karena setahu saya, omongan Vanny itu karangan semua," kata Anggita.

    Hingga saat ini, Vanny sulit ditemui meski dia sering muncul di sejumlah acara televisi dan masih menjawab dengan gamblang semua pertanyaan yang diajukan.

    NURUL MAHMUDAH

    Berita Lain:
    Dimarahi Ahok Jauh Lebih Seram dari Film Conjuring

    Merokok Berbahaya, Mendengkur Jauh Lebih Bahaya

    Polisi Akan Sita Aset Hercules

    Real Madrid Gaet Bocah Ajaib Asal Amerika Serikat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.