Empat Kota Indonesia, Kandidat Kota Kreatif Unesco

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah peserta Karnaval Budaya Surakarta melintas di Jalan Slamet Riyadi Solo, Selasa (18/8). Berbagai hasil Kreatifitas Seni, Budaya dan Kerajinan Masyarakat Solo ikut meramaikan Karnaval dalam rangka memperingati HUT RI Ke-64. Tempo/Andry Prasety

    Sejumlah peserta Karnaval Budaya Surakarta melintas di Jalan Slamet Riyadi Solo, Selasa (18/8). Berbagai hasil Kreatifitas Seni, Budaya dan Kerajinan Masyarakat Solo ikut meramaikan Karnaval dalam rangka memperingati HUT RI Ke-64. Tempo/Andry Prasety

    TEMPO.CO, Jakarta -Empat kota di Indonesia diusulkan menjadi kota kreatif kepada Unesco, lembaga PBB bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan budaya. Kota-kota ini diharapkan bisa mendapat pengakuan dunia. Prosesnya pada tahun ini dan diumumkan tahun depan.

    Hal ini diungkapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu pada akhir Juli lalu di Jakarta. Menurut Mari, pihak kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif sudah mengajukan berkas dan menunjuk konsultan untuk persiapan itu.

    Empat kota, Bandung, Solo, Pekalongan dan Yogyakarta ini diusulkan untuk mendapat julukan sebagai creative city seperti yang diberikan kepada London dan Paris.”Empat kota ini dipilih karena dinilai maju dalam seni, industri kreatif dan desain,” kata Mari.

    Nantinya, Unesco akan menerapkan kriteria untuk memenuhi syarat menjadi kota kreatif.  Ada dua kriteria dikeluarkan Unesco, yakni kota kreatif berbasis seni kerajinan dan kota kreatif berbasis desain.

    The Creative City Network diluncurkan Unesco pada Oktober 2004 untuk kota yang mengajukan diri sebagai kota kreatif di dunia, melalui seleksi ketat. Unesco menilai dari sisi konsep urban planning apakah kota itu sudah mendukung kreativitas masyarakatnya,”Selain membangun sarana dan prasarana fisik dan non fisik,” jelas Mari.

    Contoh, Solo dinilai layak sebagai kota kreatif, karena setiap akhir pekan, jalan-jalan ditutup untuk menciptakan ruang kreatif bagi masyarakat. Yakni, menggelar performing art, pameran dan memberi kesempatan UKM pameran bahkan sampai izin usaha gratis.

    Bandung sebagai kota kreatif karena dinilai memiliki sisi visioner dalam bidang pariwisata dan kuliner. Sedangkan Pekalongan memiliki museum batik serta industri batik dan Yogyakarta dinilai memiliki ragam budaya dan seni, serta menjadi tujuan wisata Indonesia.

    Ke depan, selain keempat kota tersebut, kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif akan mengajukan kota-kota lain di Indonesia,  masuk dalam jaringan kota kreatif Unesco.

    "Pengamatan kami sementara yang bisa dikembangkan sebagai kota kreatif adalah Bali, Malang, dan Surabaya," kata Mari Elka. “Saya nilai wilayah Ubud, Bali cocok untuk kerajinan,” kata dia.

    EVIETA FADJAR


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.