Puasa, Emil Salim Teringat Benih Cabai Pak Harto

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim. Tempo/Aditia noviansyah

    Mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim. Tempo/Aditia noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Selalu terngiang di benak Emil Salim, 83 tahun, ingatan soal benih cabai saat Ramadan tiba. Dulu, saat menjabat menteri, Emil dan para koleganya mendapat benih cabai merah besar dari Presiden Soeharto yang ditanam dalam kaleng susu.Benih cabai yang diberikan tiga bulan sebelum lebaran itu adalah simbol perintah pimpinan kepada anak buah.

    "Kalau cabai di kaleng itu mulai menguning, saya harus menyiapkan infrastruktur transportasi," kata Emil, Menteri Perhubungan Republik Indonesia ke-19, dua pekan lalu kepada Tempo.

    Cabai itu, bagi Emil, seperti jelmaan Soeharto, karena ia menaruhnya di meja ruang kerjanya. Saban hari, dia selalu memperhatikan cabai sambil deg-degan. Ia khawatir, tahu-tahu cabai itu sudah merah dan dia belum mempersiapkan apa pun memasuki Lebaran. "Itulah Soeharto, penuh simbol. Tampak halus, tapi tegas," katanya.

    Menurut tokoh yang kini menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Presiden tersebut, saat mendapat benih cabai itu, semua menteri sudah "ngeh" bahwa itu bukan dalam rangka budi daya. Melainkan ritual Soeharto menjelang Ramadan. "Cabai itu semacam warning-lah," katanya.

    HERU TRIYONO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.