Tya Ariestya Berbisnis Penginapan Backpacker

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tya Ariestya saat memperagakan busana koleksi bulan ramadan dari desainer Dian Pelangi di Gandaria City, Jakarta ,Sabtu (6/7). TEMPO/Nurdiansah

    Tya Ariestya saat memperagakan busana koleksi bulan ramadan dari desainer Dian Pelangi di Gandaria City, Jakarta ,Sabtu (6/7). TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Tya Ariestya menjalankan sebuah bisnis penginapan berkonsep backpacker di Gili Trawangan, Lombok. Bisnis yang sudah berjalan hampir setahun ini dimulai karena kecintaan Tya pada dunia traveling dan backpacker.

    "Oktober besok satu tahun," kata Tya saat ditemui di SCTV Tower, Kamis, 25 Juli 2013. Pemilihan tempat di Gili Trawangan sendiri diakui Tya karena ia sering berkunjung ke sana. "Sering bolak-balik ke sana, sempet ada yang nawarin investasi di sana, akhirnya join sama pacar," kata presenter ini.

    Pesohor yang jago taekwondo ini mengaku sejak lama menginginkan berbisnis penginapan dalam satu lokasi wisata di Indonesia. Tya tidak mematok harga mahal untuk setiap kamar hotelnya, hanya berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 250 ribu.

    "Aku pengin membuka kesempatan buat orang Indonesia yang punya uang pas-pasan, tapi mereka tetep bisa liburan, tetep bisa menikmati keindahan Indonesia," kata wanita 27 tahun ini.

    Penginapan yang diberi nama Tamu-Tamu tersebut baru memiliki tujuh kamar. Ia mengakui kekasihnya banyak mengajari dirinya bagaimana berbisnis untuk masa depan. "Mau nambah kamar, tapi aku sedang belajar bagaimana me-manage yang ada sekarang," kata pemain film I Love You Mas Bro ini.

    AISHA

    Berita Lain:
    Bulan Purnama Turunkan Kualitas Tidur

    Habis Operasi, Lady Gaga Akan Muncul di VMA

    Bursa Asia Lesu, Investor Jual Saham

    Chris Brown Membantah Akan Konser di Jakarta



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.