Desy Ratnasari Fasih Bicara tentang Badak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Desy Ratnasari as a Javan Rhinoceros Ambassador. ANTARA/Andika Wahyu

    Desy Ratnasari as a Javan Rhinoceros Ambassador. ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Selain bergelut di dunia hiburan dan seni peran, rupanya Desy Ratnasari terlibat dalam gerakan konservasi Badak. Pada April 2013 silam, ia dikukuhkan oleh Kementerian Kehutanan sebagai Duta Badak. Artis 39 tahun ini pun berbagi misinya untuk melindungi fauna langka tersebut.

    “Kalau kita tidak men-support konservasi badak, kita sendiri enggak tahu, kita enggak ngeh bahwa hilangnya badak itu warning system kepada manusia bahwa hutan hujan tropis kita rusak,” kata Desy kepada Tempo kala ditemui di sela-sela peluncuran buku Teknik Konservasi Badak di Joglo, Kemang, pada Rabu, 24 Juli 2013.

    Perempuan asal Sukabumi ini menegaskan bahwa hutan hujan tropis yang rusak berefek pada langkanya ketersediaan makanan untuk badak. Sebagai upaya kampanye perlindungan badak, Desy mengaku sering terlibat dengan kegiatan yang diselenggarakan oleh Taman Nasional Ujung Kulon maupun organisasi internasional WWF (World Wildlife Fund). Selain itu, secara pribadi, ia pun membiasakan gaya hidup pro-lingkungan.

    “Paling enggak yang minim aja, belajar memisahkan sampah. Berusaha punya tumbuhan kecil di rumah atau taman, paling tidak ada penghijauan,” tutur Desy. Tak hanya itu, ia pun mengajarkan kepada putrinya, Nasywa Nathania Hamzah, untuk mencintai lingkungan. Di sela-sela liburan anak, misalnya, Desy mengajak sang putri untuk lebih banyak berinteraksi dengan alam.

    Meski demikian, mengkampanyekan perlindungan badak tidaklah mudah. Terlebih untuk menularkan kepedulian tersebut kepada orang lain. "Tidak semua orang tiba-tiba bisa peduli karena kita baru menyadari sesuatu ketika sudah terlambat. Misalnya saja banjir yang ternyata karena gaya hidup membuang sampah sembarangan,” ia menjelaskan.

    Untuk itu, Desy konsisten menyuarakan perlindungan badak kepada masyarakat. Parameter penting untuk menjaga kelangsungan ekologi badak adalah menjaga hutan hujan tropis. Jika hutan hujan tropis terjaga dengan baik, kelangsungan hidup badak terjamin.

    “Kalau badak enggak bisa hidup, berarti hutan hujan tropisnya enggak bagus kondisinya. Itu udah enggak bener. Buntut-buntutnya, manusia yang kena bencana banjir tanah longsor dan sebagainya. Menurut saya, ini adalah sebuah tugas atau tanggung jawab yang diberikan Tuhan kepada kita,” kata Desy.

    NURUL MAHMUDAH

    Berita Lain:
    Rokok Mentol Lebih Berbahaya

    Fakta Mengejutkan Mengenai Para Pecandu Rokok

    Lupa Sarapan, Resiko Penyakit Jantung Koroner Naik

    Google Ajak Pemudik Manfaatkan Google Maps

    Rokok Mentol Lebih Berbahaya

    Perbaikan Rel Kereta Tasikmalaya Selesai Sore Ini



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.