Aktivitas Istri Uje Selama Masa Idah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ustadz Jefri al Bukhori bersama istri, Pipik Dian Irawati, Jakarta Oktober 2005. Uje meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak .TEMPO/ Ramdani

    Ustadz Jefri al Bukhori bersama istri, Pipik Dian Irawati, Jakarta Oktober 2005. Uje meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak .TEMPO/ Ramdani

    TEMPO.CO, Jakarta - Pipik Dian Irawati, istri almarhum Ustadz Jefri al Buhori atau biasa disapa Uje, banyak melakukan aktivitas sepeninggalan suaminya tiga bulan lalu. Ada beberapa kegiatan yang masih bisa ia jalani sampai masa idah berakhir. Selama masa idah, ia menghindari interaksi dengan lawan jenis dan menghentikan aktivitas sementara di luar rumah.

    Diakui Pipik bahwa masa Idah memang cukup membatasi ruang geraknya untuk beraktivitas. "Kalau aktivitas, seperti pengajian itu tidak pernah saya tinggalkan. Itu hal rutin dan selalu saya ikuti," kata ibu empat anak ini, Jumat, 19 Juli 2013.

    Selain mengadakan dan mengikuti pengajian secara rutin, Pipik pun kini mulai mengelola butik yang didirikan di rumahnya. Namun, Pipik mengaku bahwa dirinya bukan tipe orang yang pandai berdagang. "Butik sejauh ini lancar, tapi gimana ya, saya bukan tipe pedagang kali ya, saya orangnya enggak tegaan," kata Pipik. "Tapi karena tujuannya juga untuk buka lahan pekerjaan bagi orang lain, ya dijalani aja dulu."

    Sebelumnya, Pipik sempat mendirikan butik di sebuah pusat perbelanjaan di Tangerang, tapi sudah tutup karena masa kontraknya sudah habis. Belum lama ini Pipik kembali membuka butiknya dengan menyulap garasi di rumahnya, sehingga ia tetap bisa beraktivitas di rumahnya selama menjalani masa iddahnya.

    AISHA

    Berita Lain:
    Zayn Malik 'Selamatkan' Harry dari Kobaran Api 

    Diet, Berat Badan Titi DJ Turun 9 Kilogram 

    George Clooney Pernah Goda Eva Longoria


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.