Minggu, 18 November 2018

Sineas Herman Ngantuk Meninggal Dunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Herman Ngantuk. showbiz.liputan6.com

    Herman Ngantuk. showbiz.liputan6.com

    TEMPO.CO, Bogor -Satu lagi sineas kawakan Indonesia meninggal dunia, yakni Herman Ngantuk. Pria asal Tasikmalaya ini meninggal dunia dalam usianya yang ke-62 di kediamannya, Ciapus, Bogor, Jawa Barat. Kabar duka tersebut dibenarkan oleh aktor Deddy Mizwar, rekan di dunia seni peran Herman Ngantuk.

    "Iya memang benar meninggal. Tadi saya dapat kabar dari Didi Setiadi meninggalnya jam enam pagi tadi" kata Deddy Mizwar kepada Tempo, Sabtu, 13 Juli 2013. Deddy, sutradara mengatakan bahwa Herman Ngantuk memang telah lama mengidap penyakit stroke.

    "Sakitnya sudah lama. Kita, kawan-kawan sesama di IKJ (Institut Kesenian Jakarta) sering bantu. Saya belum pernah menjenguk tapi sering dapat foto kondisi Herman" kata Deddy.

    Dia pun menambahkan bahwa saat ini proses pemakaman Herman Ngantuk telah dilangsungkan di Bogor. Namun dirinya belum sempat melawat ke kediaman Herman. Beberapa rekannya seperti sutradara Didi Setiadi yang saat ini tengah bersama keluarga Herman di kediamannya.

    Herman Ngantuk bernama asli Soeharman. Pria asal Tasikmalaya ini lahir pada Februari 1951. Awal berkarir di dunia perfilman, Herman ambil peran dalam sinetron berjudul Kisah Serumpun Bambu (1979). Sebelumnya, Herman pernah mendapatkan peran kecil di film Sembilan (1967). Setelah cukup gemilang di dunia seni peran pada era 1980-an, Herman lantas menjajal dunia belakang layar. Ia terlibat proses pembuatan sinetron Warisan (1994) sebagai asisten sutradara dan sinetron Misteri Pewaris (1994) sebagai sutradara.

    Dalam ingatan masyarakat yang mengenal sosok Herman Ngantuk pria bertubuh gempal, rambut keriting, dan mimik wajah yang matanya seperti orang tidur. Konon, dia diberi julukan nama tersebut karena dalam setiap berakting selalu seperti orang ngantuk atau mau tertidur. Dalam karirnya di layar kaca, Herman sering mendapat peran-peran antogonis.

    Herman Ngantuk sakit semenjak sembilan tahun silam. Hingga kemudian pada Februari 2013 silam, Herman menjalani rawat inap di Rumah Sakit Sari Asih, Tangerang, Banten. Kepergian Herman meninggalkan duka bagi sang istri, Fatona.

    NURUL MAHMUDAH/ HP
    Berita lain
    Jenny Rachman, Aktif Kegiatan Sosial

    Henry Cavill dan Kaley Cuoco Putus 

    Melanie Subono Ikut Kejuaraan World Music Contest


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.