Sefti Sanustika: Semoga Lagu 'PKS' Diterima  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sefti Sanustika. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Sefti Sanustika. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah pada Senin, 9 Juli 2013 tidak bisa hadir dalam persidangan suaminya, Ahmad Fathanah. Sefti Sanustika hari ini, Selasa, 9 Juli 2013 menemui sang suami yang ditahan di ruang tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    "Soalnya kemarin saya nggak bisa hadir di persidangan karena kurang sehat, hari ini alhamdullilah kata pengacara boleh," ujar Sefti ketika di temui di depan gedung KPK, Selasa, 9 Juli 2013.

    Meskipun suaminya dalam tahanan, Sefti berjanji akan tetap menjenguk terdakwa kasus suap impor daging sapi itu selama Ramadan. Dia pun berharap diberikan izin KPK untuk berbuka bersama suaminya di tahanan. Sefti mengaku sedih karena menjalani ibadah puasa tanpa suaminya. "Sedih ya, karena setahun lalu ada suami, sekarang sendiri," dia menambahkan.

    Ketika ditanya soal lagu barunya yang berjudul Papa Kini Sendiri (PKS) yang baru saja diluncurkan, Sefti berharap lagunya ini dapat diterima masyarakat. "Ya semoga bisa diterima di masyarakat yah," kata Sefti singkat, kemudian meluncur ke basement Gedung KPK, tempat Fathanah ditahan.

    Sefti tercatat oleh jaksa KPK sebagai istri keempat Fathanah. Keduanya menikah siri pada Desember 2011 dan dikaruniai seorang anak yang lahir pada Maret 2013.

    GALVAN YUDISTIRA

    Topik Terhangat:
    Karya Penemu Muda
    |Bursa Capres 2014| Ribut Kabut Asap |Tarif Progresif KRL| Bencana Aceh


    Baca Juga:

    Hasil SBMPTN Diumumkan Pukul 17.00 Hari Ini 

    Diperiksa Tiga Jam, Maharani Hanya 'Permisi' 

    Suap Daging Impor, KPK Kembali Periksa Maharani

    Beruang Salju Ini Hentikan Laju Kapal Raksasa  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.