The Lone Ranger, Kisah Ksatria dan Indian Gila

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adegan dalam film The Lone Ranger. Johnny Depp (kiri) dan Armie Hammer. (AP Photo/Disney/Bruckheimer Films, Peter Mountain)

    Adegan dalam film The Lone Ranger. Johnny Depp (kiri) dan Armie Hammer. (AP Photo/Disney/Bruckheimer Films, Peter Mountain)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kisah heroik kstaria bertopeng yang menenteng senjata bedil hadir dalam film The Lone Ranger arahan sutradara Gore Verbinski (The Ring, Sekuel Pirates of the Caribbean, Rango), berkisah tentang pertentangan kulit putih dan Indian yang menampilkan sosok ksatria lengkap dengan atribut topi kobi dan menunggang kuda, seperti gaya Amerika pada umumnya.

    Menarik, film ini menghadirkan Johnny Depp (Tonto) yang juga ambil peran dalam film garapan Verbinski sebelumnya, yakni Pirates of Caribbean sebagai Jack Sparrow dan penyulih suara untuk karakter Isla Fisher dalam film animasi Rango. Kali ini di The Lone Ranger, Verbinski menghadirkan tokoh Tonto yang diperankan oleh Depp sebagai tokoh yang setengah gila, sembrono dan lucu. Karakter Tonto ini tentu akan mengingatkan Anda pada sosok Jakc Sparrow yang juga slengekan.

    Suatu hari dalam pasar raya di San Fransisco, seorang bocah bernama Will menemui sosok pria Indian tua yang terperangkap dalam ruang kaca museum sejarah Indian. Rupanya, pria tua itu adalah Tonto yang bekerja untuk berpura-pura sebagai patung manusia Indian. Dalam pertemuannya dengan sang bocah, Tonto menceritakan kisah legendaris tentang ksatria Amerika yang disebut Ranger. Ranger tersebut adalah John Reid (Armie Hammer), seorang pengacara yang seringkali berbuat onar di wilayah kota kecil Colby. Rupanya, Ranger yang dikenal sebagai ksatria ulung yang mulia sudah terbenam di hati sang bocah. Ia pun tak percaya cerita Tonto tua tentang Ranger yang berulah dan berbuat onar.

    “When good man must wear mask” begitulah pesannya. Ia lantas menceritakan kisah asal mula pertumpahan darah antara suku Indian kuno dan penduduk kulit putih pendatang baru di benua Columbus itu. Adalah Dan Reid (James Badge Dale), kakak kandung dari John Reid yang memegang tampuk kepemimpinan diantara Ranger untuk menjaga perdamaian dengan suku Indian, membagi wilahah tanah kediaman sama rata serta tak saling mengusik.

    John, sang pengacara yang pulang kampung ke Colby Texas, menumpang kereta yang berisi seorang pembunuh keji tawanan para Ranger, yakni Butch Cavendish. Kala kereta tengah melaju kencang, para rekan Cavendish mencoba untuk membajak kendali kereta demi melepaskan Cavendish sebagai tawanan. John yang berada di dalam kereta berusaha menyelamatkan diri serta penumpang dari kepungan perompak. Sial, ia justru terperangkap di sel tahanan dengan borgol terikat di tangan bersama dengan Tonto. Rupanya, pertemuan itu menjadi awal petualangan mereka berdua untuk memburu Cavendish yang kabur.

    John dan Dan adalah dua bersaudara dari keluarga Reid yang terkenal sebagai Ranger. John memilih kehidupan sebagai penegak hukum negara sementara Dan menjadi Ranger untuk menegakkan hukum dan tradisi wilayah Colby. Hubungan kedua kakak beradik tersebut rupanya tak akur, meski keduanya saling menyayangi. John menganggap Dan melukai hatinya kala menikahi, Rebecca, mantan kekasih John.

    Bagaimana selanjutnya kisah petualangan Tonto dan The Lone Ranger membalas dendam keluarga mereka?

    Kisah pun berlanjut dengan kejutan-kejutan apik ala Verbinski yang dibumbui dengan aksi laga ala koboi Amerika. Film yang dianggap dari kisah di radio berjudul sama ini sarat dengan sejarah pergulatan antara orang kulit putih dan Indian. Hanya saja, kolaborasi Verbinski dan Depp dalam film ini tak seapik dalam film Pirates of Caribbean.

    Meski nostalgia tokoh Jack Sparrow bisa dinikmati dalam tokoh Tonto, namun akting Depp terasa menjemukan. Seperti tak ada hal baru dalam akting Depp yang biasanya memukau. Verbinski seolah terjebak di dalam karakter Sparrow sepenuhnya hadir dalam karekter Tonto kali ini.

    Di sisi lain, akting Armie Hammer justru patut dilirik. Dengan kharismanya, Hammer berhasil membawakan sosok ranger yang bersahaja dan bijak. Hal yang sedikit mengganggu sebenarnya ketika film ini dimaksudka sebagai film heroik. Adegan kocak yang mewarnai justru terasa hambar, bukannya menghibur dan segar. Pasalnya, kelucuan yang ditampilkan oleh Depp lewat Tonto justru meruntuhkan bangunan cerita heroik dalam tokoh The Lone Ranger.

    Dapat dikatakan, meski Tonto bertindak sebagai tokoh pendukung aksi sang Ranger, tapi juga mengarahkan setiap tindakan sang Ranger. Pada akhirnya, penonton memang akan banyak tertawa melihat adegan-adegan kocak antara Tonto dan The Lone Ranger. Jangan terlalu berharap kisah heroiknya akan cukup inspiratif dan menyentuh seperti pada kisah superhero lain, seperti Superman maupun Spiderman.

    Sutradara : Gore Verbinski
    Produser : Jerry Bruckheimer, Gore Verbinski
    Pemeran : Johnny Depp, Armie Hammer, Tom Wilkinson, William Fichtner
    Studio Produksi : Walt Disney Pictures
    Premier : 3 Juli 2013 (Amerika Serikat)
    Tayang Bioskop Indonesia : 4 Juli 2013
    Durasi : 149 menit

    NURULMAHMUDAH

    Berita Lain:
    Jika Lagu PKS Laku, Sefti Siapkan PKS 2

    Meluncurkan Lagu PKS, Sefti Kendarai Mercedes Lagi 

    Sefti Sanustika Direstui Fathanah Nyanyikan PKS  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.