Pippa Middleton Ciuman Bibir di Bangku Wimbledon

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pippa Middleton. REUTERS/Stefan Wermuth

    Pippa Middleton. REUTERS/Stefan Wermuth

    TEMPO.CO, London - Adik Kate Moddleton, Pippa Middleton, terlihat di bangku penonton ajang Tenis Wimbledon. Wanita 29 tahun ini menyaksikan pertandingan semi final dengan kekasihnya, pialang saham Nico Jackson, 35 tahun.

    Pasangan ini tampak mesra saat mereka menonton aksi di lapangan. Selama pertandingan, tangan keduanya saling bergandengan. Bahkan, seperti dilaporkan Daily Mail, mereka tampak lebih tertarik satu sama lain daripada menonton pertandingan tenis. Fotografer media ini mengabadikan momen saat keduanya berciuman bibir di bangku penonton, sementara pertandingan tengah berlangsung.

    Pipa hadir dengan mengenakan baju terusan merek Temperley seharga 375 poundsterling. Temperley adalah desainer favorit Pippa dan kakaknya yang bergelar Duchess of Cambridge itu. Pekan lalu Pippa mengenakan baju renda merah merek ini saat menghadiri pesta yang dihajat oleh David Frost.

    Pipa dan Kate adalah penggemar tenis. Dalam kolom yang ditulisnya untuk majalan Vanity Fair Inggris, ia mengaku 'perjuangan' keduanya untuk bisa menonton pertandingan tenis tak selalu mudah.

    Dia mengakui bahwa pada tahun 2004 ia dan Duchess of Cambridge antre berjam-jam untuk mendapatkan tiket demi bisa menonton langsung Tim Henman. Namun antrian tidak lagi diperlukan untuknya dan orangtuanya, Carole dan Michael. Mereka kini leluasa mengakses bangku VIP dengan pintu khusus.

    Saking cintanya pada tenis, ia pernah membayangkan menikah di lapangan itu. Dalam kolomnya ia menulis ingin mengenakan gaun pengantin yang diinspirasi dari baju tenis: putih, pendek, dan tanpa lipatan atau embel-embel lain.

    DAILY MAIL | TRIP B


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.