Afgan Ingin Kuliah S2 di Inggris

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi solo Afgansyah Reza bersama album terbarunya yang ketiga berjudul L1VE To Love,Love To L1VE saat peluncuran album tersebut di Jakarta, Rabu, (12/2). ANTARA/Teresia May

    Penyanyi solo Afgansyah Reza bersama album terbarunya yang ketiga berjudul L1VE To Love,Love To L1VE saat peluncuran album tersebut di Jakarta, Rabu, (12/2). ANTARA/Teresia May

    TEMPO.CO, Jakarta -Setelah lulus dari salah satu kampus di Malaysia dengan gelas bachelor of Marketing, Afgan merencanakan program studi ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Setelah melalui proses pendidikan yang cukup lama dan sudah melewati ujian akhir, Afgan bersyukur akhirnya dapat menyelesaikan agenda perkuliahan di negeri tetangga.

    "Setelah dua tahun saya bolak-balik Jakarta-Malaysia, alhamdulilllah saya sudah melewati tahap final exam," tuturnya di kawasan Pal merah, Jumat, 5 Juli 2013.

    Afgan bercerita dua tahun merupakan hal yang tak mudah. Untuk mendapatkan gelar pendidikan ia harus menjalani berbagai macam ujian. Sistem di Malaysia berbeda dari penentuan kelulusan di Indonesia yang berdasarkan skripsi dan sidang akhir. Di Malaysia, untuk mendapatkan gelar Afgan hanya melakukan ujian-ujian.

    "Saya kan kuliah di International University, jadi dinilai berrdasarkan exam yang dikerjakan. Dari situ diambil keputusannya bukan lewat sidang atau tesis."

    Bercerita tentang masa perkuliahannya dulu Afgan mengungkapkan kerinduannya bisa kembali berkuliah. "Kangen sama suasana kuliah, pengen ambil S2 tapi mungkin tahun depan."

    Merencanakan studi ekonomi atau bisnis internasional, Afgan tidak tanggung-tanggung akan memilih Inggris atau Australia. "Saya suka belajar kali ya, pengen lebih jauh, saya pilih Inggirs atau Australia."

    Afgan merasa selama kuliah di Malaysia masih sangat mudah pulang-pergi ke Indonesia. Berkuliah ke negara yang lebih jauh lagi, menurut Afgan akan lebih efektif dan mendukung pembangunan karakternya serta meneguhkan kemandirian. "Untuk build karakter ke depannya lebih efektif menurut saya."

    AISHA

    Topik terhangat: EDSUS: Para Penemu Muda|Tarif Progresif KRL | Bursa Capres 2014 | Ribut Kabut Asap | PKS Didepak?

    Berita Terpopuler
    Cara Terbaik Mengisi Baterai Smartphone 

    Pukat: Ungkap Hambalang, KPK Terganjal Kekuasaan

    Thohir Ingin Remajakan Skuad Inter

    Bentuk Gigi Tunjukkan Kepribadian


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.