Lokananta Akan Rilis Album Indonesia Raya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pegawai Lokananta menunjukan piringan hitam lagu Indonesia Raya yang berisi tiga stanza. Piringan hitam tersebut menjadi salah satu arsip terpenting yang tersimpan di Lokananta. TEMPO/Ahmad Rafiq

    Seorang pegawai Lokananta menunjukan piringan hitam lagu Indonesia Raya yang berisi tiga stanza. Piringan hitam tersebut menjadi salah satu arsip terpenting yang tersimpan di Lokananta. TEMPO/Ahmad Rafiq

    TEMPO.CO, Malang - Studio rekaman legendaris asal Solo, Lokananta, akan memperbanyak penyebaran lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu-lagu perjuangan dalam satu album cakram padat (compact disc) untuk dibagikan kepada 15 ribu mahasiswa baru Universitas Brawijaya, Malang.

    "Itu baru sebatas ide, gagasan, dan rencana yang kami bicarakan tadi malam di Galeri Malang Bernyanyi. Pembicaraan kami belum tuntas. Detailnya belum final. Teman dari Universitas Brawijaya akan membawa ide, gagasan, dan rencana itu ke tingkat rektorat," kata Pendi Heryadi, Kepala Perum PRNI Lokananta Cabang Surakarta, kepada Tempo, Rabu, 3 Juli 2013.

    Pendi mengaku sangat gembira bila gagasan itu terwujud. Lokananta sangat membutuhkan biaya operasional agar tetap bertahan. Untuk bisa beroperasional seadanya saja, Lokananta membutuhkan dana Rp 45 juta per bulan. Ia mengistilahkan biaya operasional Rp 45 juta sama dengan `balik modal` atawa break even point.

    Besaran biaya operasional ini sudah termasuk untuk biaya pemeliharaan dan menggaji 19 karyawan. Biaya pemeliharaan itu antara lain untuk merawat 40 ribu piringan hitam dengan 5 ribuan judul. Separuh dari seluruh koleksi piringan hitam kini terancam rusak karena tidak lagi bersampul.

    Lagu Indonesia Raya dan sejumlah lagu perjuangan dipilih untuk memberi pemahaman tentang semangat kebangsaan atau nasionalisme dan patriotisme yang dirasa sekarang makin memudar di kalangan generasi muda.

    Pertemuan Lokananta dan Universitas Brawijaya difasilitasi Galeri Malang Bernyanyi. Rianto, dosen Fakultas Ilmu Administrasi yang juga Ketua Paguyuban Seni Budaya Universitas Brawijaya, turut hadir. Rianto mengaku terlibat dalam pertemuan karena tertarik dengan ide tersebut, sekaligus ingin membantu Lokananta yang dalam kondisi hampir sekarat. Ia berharap ide dan niat baik itu bisa didukung rektorat.

    Ketua Galeri, Hengki Herwanto, menyatakan hanya bertindak sebagai fasilitator pertemuan. Galeri, kata Hengki, memberi respek tinggi kepada pihak-pihak yang ingin membantu Lokananta. Bekas wartawan majalah musik Aktuil ini sangat berharap ide bersama itu terwujud dan mendorong banyak pihak untuk peduli dan beraksi nyata membantu Lokananta.

    "Sudah terlalu banyak wacana ingin menyelamatkan Lokananta, tapi belum ada yang terwujud. Kami coba membantu dengan cara yang sederhana dan konkret, seperti membuat G-2000," kata Hengki. "GMB dan Lokananta sudah menandatangani MOU (memorandum of understanding) untuk gerakan itu," kata Hengki.

    Gerakan G-2000 adalah  pengumpulan donasi Rp 2 ribu sebagai biaya pembuatan satu sampul (cover) piringan hitam Lokananta yang terancam rusak. Total, GMB berupaya mengumpulkan Rp 40 juta untuk menyelamatkan 20 ribu piringan hitam Lokananta.

    Penyaluran donasi tidak dalam bentuk tunai dan dilakukan bertahap. Tiap didapat Rp 2 juta langsung dipakai untuk membuat 1.000 sampul piringan hitam.

    Dalam MOU juga disebutkan bahwa GMB resmi menjadi agen pemasaran dan distribusi produk-produk Lokananta untuk wilayah Malang Raya (Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu).

    Terkait hal ini Pendi mengungkapkan bahwa jumlah agen pemasaran produk Lokananta terus berkurang dari kisaran 30-40 agen menjadi 10-15 agen, termasuk GMB. Agen-agen ini berada di Solo, Jawa Tengah selatan, Jawa Tengah utara, Surabaya, Kediri, dan Malang.

    ABDI PURMONO


    Berita Terpopuler:
    Ada SBY, Tepuk Tangan Meriahnya untuk Jokowi

    Ini Alasan Terdakwa Cebongan Mengakui Perbuatannya

    Garuda Indonesia Maskapai Pertama dengan Wi-Fi

    KPI: Sang Bos Manfaatkan TV untuk Berpolitik 

    Ada Boneka Barbie Bertubuh Proporsional di Amerika 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.