Pemerintah Restorasi 17 Lukisan Raden Saleh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lukisan berjudul 'Kuda Arab diterkam Singa' karya Raden Saleh 1870. TEMPO/Dwianto Wibowo

    Lukisan berjudul 'Kuda Arab diterkam Singa' karya Raden Saleh 1870. TEMPO/Dwianto Wibowo

    TEMPO.CO, Magelang - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sedang merestorasi   karya lukis Raden Saleh yang kondisinya saat ini memprihatinkan. “Karena kondisinya memprihatinkan, kami memutuskan untuk melakukan restorasi,” kata Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Wiendu Nuryanti, di komplek Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Rabu 3 Juni 2013.

    Dia mengatakan, ada 17 lukisan karya Raden Saleh itu tersebar di seluruh istana negara yakni di Jakarta, Bogor, Yogyakarta, dan Tapak Siring. “Restorasi lukisan Raden Saleh ini baru pertama kalinya dilakukan,” ujarnya. Restorasi tahap pertama dilakukan terhadap lima lukisan di Istana Bogor.

    Proyek restorasi lukisan Raden Saleh itu menggunakan keahlian dua restorator dari Jerman. “Restorator dari Jerman didatangkan sebab Indonesia belum memiliki tim ahli khusus,” ujarnya. Restorasi tahap pertama sudah berlangsung sejak 28 Juni 2013.  

    Wiendu mengatakan restorasi lukisan Raden Saleh ini akan berlanjut dengan lukisan karya maestro pelukis Indonesia lain. Dia berharap pelaksanaan restorasi itu bisa dilakukan di pusat restorasi yang akan dibangun pemerintah. Selain itu, katanya, pemerintah akan menetapkan Hari Seni Rupa Indonesia berdasarkan hari wafatnya Raden Saleh. Pelukis kelahiran Semarang ini wafat di Bogor pada 23 April 1880.

    Sementara itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga akan melakukan penetapan 20 cagar budaya baru. “Cagar budaya baru ini harus memiliki sertifikat penetapan. Ini penting bagi kami untuk melakukan pendampingan ke depannya,” kata Wiendu.

    Wiendu  menambahkan pemerintah akan meluncurkan program online untuk membantu proses penetapan cagar budaya baru. Masyarakat pun, lanjutnya,  memiliki kesempatan untuk melaporkan cagar budaya baru yang ditemukan di daerahnya. “Ketika ada laporan dari masyarakat, kami tetap akan melakukan verifikasi untuk menentukan layak tidaknya penetapan cagar budaya di suatu wilayah,” ungkapnya.

    OLIVIA LEWI PRAMESTI


    Topik Terhangat:

    Tarif Progresif KRL
    | Bursa Capres 2014 | Ribut Kabut Asap | PKS Didepak? | Puncak HUT Jakarta

    Berita Terpopuler:
    PAN Tolak RUU Ormas, 'Pecat Besan!' 

    Ada SBY, Tepuk Tangan Meriahnya untuk Jokowi

    Rumah Banyak, Satu yang Jadi Favorit Djoko Susilo

    Suswono: Bodohnya Pengusaha Bisa Dibohongi AF

    Demonstran Wanita 'Diraba-raba' di Tahrir Square 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.