Christian Bale Enggan Main di `Justice League`

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Christian Bale. AP/Mark J. Terrill

    Christian Bale. AP/Mark J. Terrill

    TEMPO.CO, Hollywood - Kabar mengenai akan dibuatnya film Justice League oleh pihak Warner Bros memang semakin kencang. Apalagi film tersebut disebut-sebut akan menjadi rival The Avengers yang lama menduduki puncak box office. Meski begitu salah satu pemeran tokoh superhero dalam serial itu menyatakan tidak akan bergabung.

    "Kami sudah sangat beruntung bisa membuat  tiga film Batman. Itu cukup. Jangan serakah," ujar Christian Bale, pemeran Batman, kepada EW, 01 Juli 2013.

    Tokoh Batman, memang salah satu tokoh utama dalam Justice League. Film ini sendiri rencananya hendak menyaingi Avengers, keluaran dari Marvell Comics.

    Menurut Bale, bahkan sang sutradara Chris Nolan selalu mengatakan kalau mereka hanya akan membuat satu film mengenai Batman. "Dan kami berakhir dengan duduk saling menatap dan mengatakan, 'Kita akan membuat yang ketiga.' Kami tidak pernah tahu kalau kami bisa sampai membuat Batman hingga film ketiga. Tapi jika itu kejadiannya, maka itu harus berakhir dengan baik," tambahnya.

    Alasan lain dari keengganan Bale bergabung dalam `Justice League` adalah, karena dia belum pernah terlibat dalam pembicaraan mengenai film ini. Menurutnya, dia sama sekali tidak punya informasi dan pengetahuan apa-apa mengenai film ini. "Aku secara nyata belum pernah berbicara dengan siapapun. Aku paham mereka mungkin akan membuat film Justice League, itu saja," jelasnya lagi.

    Bale yang saat ini sedang mempromosikan film drama terbarunya Out of the Furnace, mengaku tidak kecewa jika dirinya harus diganti. "Ini adalah sebuah posisi yang harus diserahkan dari satu aktor ke aktor lain. Jadi aku menunggu siapapun yang akan medapatkan itu," ujarnya lagi.

    DEWI RETNO

    Berita Lain:
    Maudy Ayunda: Saya Tidak Single 

    Shandy Aulia Gemas Jadi Orang Sabar

    Maudy Ayunda Tampilkan Sisi Feminin dan Tomboy


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.