'Moga Bunda Disayang Allah' Bukan Film Religi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jose Purnomo, Jakarta (2001). Tempo/Rully Kesuma

    Jose Purnomo, Jakarta (2001). Tempo/Rully Kesuma

    TEMPO.CO , Jakarta - Soraya Intercine Film kembali akan segera merilis film terbarunya yang diangkat dari novel karya Tere Liye yang berjudul 'Moga Bunda Disayang Allah'. Film yang akan dirilis pada 2 Agustus 2013 mendatang ini dimainkan oleh Fedi Nuril, Shandy Aulia, Chantika Zahra, Alya Rohali, dan Donny Damara.


    Film ini menyoroti bagaimana dalam kondisi depresi, Karang harus mengajari seorang anak buta, tuli, dan bisu. Selain itu menunjukkan bahwa anak yang lahir dalam kondisi serba kekurangan juga memiliki hak, termasuk untuk mengenal agama dan Tuhannya sendiri.


    Sutradara, Jose Poernomo mengatakan bahwa film ini sebenarnya bukan film religi. Ini film yang lebih menekankan pada bagaimana keadilan Tuhan dipertanyakan oleh seseorang yang ada dalam kondisi apatis tapi bukan tidak percaya terhadap Tuhan. “Akhirnya bukan dia (Karang) yang mengajarkan anak ini, tapi anak ini yang mengajarkan pada Karang bahwa inilah kebesaran tuhan, inilah keadilan Tuhan. Tuhan berbicara dengan caranya sendiri kepada Karang,” terang Jose saat ditemui di kantor Soraya Film, Senin 1 Juli 2013.


    Film ini  bercerita tentang Karang (Fedi Nuril), seorang pemuda yang mencintai anak-anak. Tapi kecintaannya pada anak jadi berubah semenjak sebuah kecelakaan kapal laut terjadi dan Karang tidak dapat menyelamatkan anak-anak yang ikut pergi bersamanya. Karang merasa trauma dan dihantui rasa bersalah. Ia menjauh dari anak-anak dan memutuskan hubungannya dengan Kinarsih (Shandy Aulia) karena merasa dirinya tidak pantas untuknya. Ia pun mengasingkan diri di sebuah pulau yang jauh dari ibu kota dan selama tiga bulan ia menjadi seorang pemabuk.

    Kehidupan Karang mulai berubah ketika Bunda HK (Alya Rohali), istri dari Tuan HK (Donny Damara) yang kaya raya dan dihormati di daerah tersebut datang dan memintanya untuk menjadi guru untuk Melati (Chantika Zahra).

    Melati adalah anak perempuan mereka yang terlahir buta, tuli dan juga bisu. Melati tidak bisa berkomunikasi dengan dunia sekitarnya. Berada dalam pengaruh alkohol, membuat cara mengajar Karang terhadap Melati sangat kasar. Ia suka berteriak dan memperlakukan Melati dengan semena-mena. Namun perlahan pada akhirnya Karang dapat kembali pada dirinya yang dulu semenjak ia mengenal Melati.

    AISHA


    Berita Lainnya:
    Stasiun UI Masih Gunakan Tiket Kertas
    Alasan Hanura Pilih Hary Tanoe Jadi Cawapres
    Dinamit Hilang, Bareskrim Mabes Polri Turun Tangan
    7 Vaksin yang Tidak Boleh Terlewatkan
    Pemilihan Kades Tangerang , Kantor Camat Dirusak


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.