Jokowi dan Megawati Terpukau dengan Ariah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para penari dalam lakon Ariah saat gladi resik di Monas, Jakarta (27/6). Pagelaran tari kolosal Ariah akan dipentaskan pada tanggal 28-30 Juni 2013. TEMPO/Nurdiansah

    Para penari dalam lakon Ariah saat gladi resik di Monas, Jakarta (27/6). Pagelaran tari kolosal Ariah akan dipentaskan pada tanggal 28-30 Juni 2013. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Drama tari musikal Ariah yang dipentaskan di Monas pada 28-30 Juni 2013 menuai pujian. Pergelaran kolosal yang dibuat untuk memeriahkan ulang tahun DKI Jakarta ke-486 itu mendapat sambutan meriah dalam pementasan perdananya pada Jumat, 28 Juni 2013.

    Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri yang hadir pada Jumat malam mengaku sangat terharu melihat kisah Ariah. Ariah adalah perempuan Betawi yang tewas mempertahankan harga diri pada masa penjajahan kolonial, tepatnya pada era tanam paksa. "Saya sangat terharu karena ini memang kisah nyata yang terjadi pada saat pemberontakan petani di Tambun (Bekasi)," ujar Megawati usai pertunjukan, Jumat malam.

    Istri mendiang Ketua MPR Taufik Kiemas itu mengatakan masyarakat perlu lebih banyak mengenal cerita-cerita daerah yang kini banyak terlupakan. "Cerita tradisional seperti ini perlu lebih banyak digali," kata dia.

    Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo juga memuji pementasan Ariah karena mengandung nilai-nilai perjuangan. Manajemen pertunjukan turut dia acungi jempol. "Manajemennya baik, penonton juga rapi, pokoknya semua bagus," ujar Jokowi.

    Meski begitu, sempat ada insiden penonton kelas pasar rakyat alias festival tak bisa masuk ke area untuk duduk lesehan karena tak kebagian tiket. Soalnya tiket kelas pasar rakyat seharga Rp 2.000 banyak dikuasai calo yang menjualnya dengan harga fantastis, ada yang mencapai Rp 50 ribu.

    Tetapi ketegangan itu berakhir setelah Jokowi meminta petugas membuka pintu kelas pasar rakyat beberapa saat sebelum pertunjukkan dimulai. Dia lalu duduk lesehan bersama masyarakat dan menikmati pertunjukan sepanjang satu setengah jam itu.

    Masyarakat yang hadir memberi tepuk tangan meriah saat pertunjukkan berakhir. Halimah, salah satu penonton mengaku senang bisa menyaksikan drama musikal kolosal seperti ini dengan biaya murah. Soalnya ada ribuan tiket gratis yang disebar melalui kelurahan dan sekolah-sekolah di Jakarta. "Saya baru pertama kali melihat pertunjukan seperti ini, bagus banget," ujar gadis itu. Meski begitu, ada pula penonton yang tampak tertidur saat pertunjukan berlangsung.

    Melihat sambutan positif masyarakat, Jokowi mengaku berencana menggelar pergelaran serupa pada ulang tahun Jakarta tahun depan. "Bisa saja, tentunya dengan tema yang berbeda-beda," kata dia sebelum meninggalkan lokasi pertunjukan.

    Ariah merupakan drama musikal kolosal yang digelar untuk memeriahkan perayaan ulang tahun Jakarta ke-486. Pertunjukan ini berlangsung selama tiga hari pada 28 hingga 30 Juni 2013. Ariah bercerita tentang seorang usaha seorang perempuan mempertahankan harkat dan martabatnya hingga akhir hayat.

    Musikal kolosal Ariah diproduksi oleh sutradara dan penulis naskah Atilah Soeryadjaya. Dia juga menggandeng rekannya di Matah Ati, penata artistik Jay Soebiakto dan penata musik Erwin Gutawa.

    ANGGRITA DESYANI

    Berita Lain:
    Dialog di TV, Sosiolog UI Disiram Air Munarman 

    Disiram, Thamrin Tak Tahu Dipanel dengan Munarman 
    Briptu Rani Dikabarkan Dipecat
    Ijazah Anak Ditebus, Sugiyanto Batal Jual Ginjal 
    Siram Air ke Thamrin, Munarman Puas 
    Munarman Tak Menyesal Menyiram Thamrin  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.