Pertukaran Festival Film Indonesia dan Korea

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Korean FestivaL Film 2013 putar Film Terbaik Korea

    Korean FestivaL Film 2013 putar Film Terbaik Korea

    TEMPO.CO, Jakarta - Korean Film Festival (KFF) 2013 resmi dibuka dengan ditayangkannya salah satu film box office Korea Selatan berjudul Boomerang Family. Tahun ini penyelenggaraan KFF diadakan lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya.

    Sejak awal diadakan pada 2009, baru kali ini KFF diselenggarakan di dua kota sekaligus, Bandung dan Jakarta mulai 26 sampai 30 Juni 2013 mendatang. Tidak hanya diadakan KFF di Indonesia, tapi tahun ini juga akan diadakan pertukaraan dengan diadakannya Indonesia Film Festival di Korea Selatan.

    "Bukan hanya satu sisi tapi juga dua sisi. Bukan hanya Korea Film Festival di Indonesia, tapi juga akan ada Indonesia Film Festival di Korea pada September nanti," kata Bernard S., dari pihak Blitzmegaplex di pembukaan Korea Film Festival, di Blitzmegaplex, Grand Indonesia, Jakarta, Selasa, 25 Juni 2013.

    Dengan adanya kegiatan dua sisi ini diharapkan dapat terus meningkatkan perfilman tanah air. "Semoga film-film berkualitas tanah air dapat terus mendunia," kata Bernard menambahkan.

    Adanya Korean Film Festival dan Indonesia Film Festival, merupakan salah satu bentuk pembelajaran pop art dan kultur budaya, sehingga bisa membantu perindustrian film kedua negara lebih baik lagi dalam berkarya dan memberi pendidikan budaya melalui karya mereka. "Menjadi langkah awal perfilman Korea dan Indonesia lebih luas lagi di masa mendatang," tutupnya.

    Acara Korea Film Festival di Indonesia sendiri akan menayangkan 10 judul film dengan genre yang berbeda serta diadakan juga seminar mengenai perindustrian film di Korea yang dihadiri pakar langsung dari Korea dan juga Indonesia.

    NANDA HADIYANTI

    Berita Lain:
    Oprah Winfrey Selebritas Terkuat Versi Forbes

    Chris Brown Hapus Lagu Duetnya Bersama Rihanna 

    Dave Hendrik Emoh 'Ngemsi' untuk Acara Remaja  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.