Lirik Nakal 'Rekening Gendut' Iwan Fals

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Iwan Fals bersama istrinya Rosana dan anaknya Raya saat meluncurkan album terbarunya berjudul RAYA di Roliing Stone Cafe, Jakarta, (25/6). Album ini merupakan album ketiga Iwan Fals yang menggunakan nama anaknya. TEMPO/Nurdiansah

    Iwan Fals bersama istrinya Rosana dan anaknya Raya saat meluncurkan album terbarunya berjudul RAYA di Roliing Stone Cafe, Jakarta, (25/6). Album ini merupakan album ketiga Iwan Fals yang menggunakan nama anaknya. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta -Bulan ini, Iwan Fals meluncurkan album barunya bertajuk Raya. Tajuk album diambil dari nama bungsunya, Raya Rambu Rabbani, 10 tahun. Ini adalah kali ketiga Iwan mencatut nama anaknya sebagai judul lagu maupun album. Sebelumnya, Iwan pernah membikin lagu berjudul Galang Rambu Anarki (nama sang sulung), dan album Cikal (dari nama putrinya, Annisa Cikal Rambu Bassae).

    Album terbarunya berisi 18 lagu, yang sebagian di antaranya memuat kritik Iwan terhadap berbagai fenomena sosial. Dalam Raya, Iwan melontarkan dua lagu soal korupsi, yakni Bangsat dan Rekening Gendut. Kedua lagu itu memiliki kemarahan yang sama dengan Tikus-Tikus Kantor dan Politik Uang yang dibikinnya beberapa tahun lalu.

    Liriknya, seperti biasa, nakal, usil, dan menyentil. Seperti penggalan lirik Rekening Gendut ini:

    Rekening gendut yang bisa kentut.
    Kebanyakan ngemil, daging rakyat dicuil-cuil.
    Di koran-koran di televisi, lucu namanya nggak lucu akibatnya.
    Rekening gendut kentut tak berbunyi, tapi baunya busuk sekali..

    Saat ditanya ihwal kekritisannya yang tak terkikis usia, Iwan berujar dirinya sekadar berekspresi, melihat apa yang terjadi di sekelilingnya. Perkara liriknya dianggap kritis, ia tak mempersoalkan. "Saya sudah "dol", enggak tahu mana yang kritik, mana yang bukan," ujarnya.

    ISMA SAVITRI

    Topik Terhangat
    PKS Didepak?
    | Persija vs Persib | Puncak HUT Jakarta | Penyaluran BLSM

    Berita Terhangat
    Hutan Terbakar, Malaysia Layangkan Nota Protes

    Hutan Terbakar, Penjualan Retail Anjlok

    Polisi Tetapkan 9 Tersangka Pembakar Hutan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.