Serangan Stroke Robby Tumewu Kali Ini Lebih Serius

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Robby Tumewu. TEMPO/Dasril Roszandi

    Robby Tumewu. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejak diberitakan Robby Tumewu masuk rumah sakit, semua teman dan kalangan yang mengenal sosok pria berkulit putih, ramah senyuman ini beramai-ramai menjenguknya.

    Robby yang dikenal karirnya sebagai perancang dan di dunia hiburan ini, sejak hari Kamis lalu, 20 Juni 2013 mendapat serang stroke yang kedua. "Dua tahun lalu Om Robby pernah kena serangan juga. Tetapi yang ini lebih serius. Kondisinya sejak dilarikan ke rumah sakit belum sadarkan diri," kata Andre, keponakan Robby yang dihubungi melalui telepon pada Minggu, 23 Juni 2013.

    Andre menuturkan Minggu sore lalu, 23 Juni 2013 tim medis melakukan upaya operasi untuk melubangi tenggorokan Robby. Aktor yang beken lewat sitkom "Lenong Rumpi" itu harus dioperasi supaya bisa menyeluarkan slem (lendir).  "Dalam catatan medis, katanya Om Robby banyak slemnya," ujar Andre.

    Andre menuturkan, pamannya ini sebelumnya juga pernah menjalani operasi karena ada pendarahan dalam otaknya. Operasi itu sudah rampung. Namun, untuk melewati masa kritis membutuhkan waktu selama sepekan. "Memang kata dokter masa kritisnya bisa sampai satu minggu. Tapi, belum sampai satu minggu, ada serangan kedua ini," ucapnya.

    Hingga sekarang, Robby belum sadarkan diri. Tetapi menurut Andre, itu bukan koma. "Sekarang mau dioperasi untuk membuat saluran di tenggorokan. Mohon doanya, mudah-mudahan segera membaik," ucap Andre penuh harap.

    HADRIANI P

    Topik terhangat:

    Ridwan Kamil
    | Razia Bobotoh Persib | Puncak HUT Jakarta | Penyaluran BLSM

    Berita lainnya:
    Hitung Cepat, Ridwan Kamil Jadi Wali Kota Bandung

    Menang Pilkada Bandung, PKS: Masih Dipercaya Warga

    Ini Sikap Persib Soal Penyerangan Bus Mereka

    Farhat Abbas Kicau Foto Cium Bastian Coboy Junior


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.