Meriahnya Musik di Pesta Media

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (dari kiri) Gitaris group musik Padi Satriyo Yudi Wahono (Piyu), Inna Kamarie, dan Once tampil dalam konser musik

    (dari kiri) Gitaris group musik Padi Satriyo Yudi Wahono (Piyu), Inna Kamarie, dan Once tampil dalam konser musik "Harmony of Padi" di Graha Cakra Universitas Negeri Malang, Malang, Jawa Timur, Selasa (2/10) malam. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO , Jakarta:Di tengah hiruk pikuk ramainya perayaan ulang tahun kota DKI Jakarta yang diselenggarakan di beberapa titik, Aliansi Jurnalis Independen menggelar acara tahunannya, Pesta Media. Acara yang berlangsung pada hari pertama, Sabtu 22 Juni 2013 ditutup dengan menghadirkan tiga pemusik yang membawakan warna musik yang berbeda. Inna Kamarie, Tika and Dissindents, dan Payung Teduh menawarkan hiburan lain di sela banyak acara hiburan yang berlangsung di banyak titik Jakarta semalam.

    Inna Kamarie, penyanyi yang memulai karir bermusiknya bersama kelompok vokal Dewi-Dewi, hadir dengan bernyanyi solo di jalur jazz. Diiringi Bebenz Jazz, Inna membawakan beberapa buah lagu seperti Fly Me To the Moon, Someone Like You, Diamond, hingga lagu Gerimis-nya alm. Benyamin S. Disela-sela acara Ina menghibur penonton dengan gayanya yang centil. "Saya sudah berhijab, tapi masih wild," tuturnya sembari mengangkat kedua tangannya yang dibalut dengan gaun merah menyala.

    Menyusul Inna, Tika and Dissidents tampil dengan warna musiknya yang lebih tinggi beatnya. Lagu-lagu yang dibawakan Tika sarat akan pesan-pesan sosial. Isu LGBT, industri kecantikan, hingga Mayday merupakan tema-tema yang dibawa dalam lirik-lirik yang dinyanyikan oleh Tika. Setelah menyanyikan lagu pertamanya Tika mengungkapkan bahwa dirinya agak kurang sreg dengan set panggung yang disediakan. Merasa ada jarak antara ia dengan penonton, akhirnya Tika Mengajak para penonton untuk berdiri mendekati panggung. "Ayo semuanya mending maju, berdiri, nggak usah duduk kayak di prasmanan," sahutnya. Sontak penonton yang tadinya duduk langsung berhambur mendekati panggung.

    Sebagai penutup, Payung Teduh hadir dengan membawakan lebih dari lima lagu. Tanpa diminta penonton langsung berdiri mendekati panggung dan akhirnya duduk lesehan di muka panggung karena sebelumnya penonton yang duduk di belakang tidak dapat melihat aksi Mohammad Istiqomah Djamad (Is), Comi Aziz Kariko (Comi), Ivan Penwyn (Ivan), dan Alejandro Saksakame (Cito).


    Lain lagi dengan dua musisi sebelumnya, Payung Teduh hadir dengan membawakan lagu-lagu bernuansa folks dengan lirik-lirik yang kerap menyentuh hati seperti Pujaan Hati, resah, Kucari Kamu, Cerita Tentang Gunung dan Laut, Perempuan Dalam pelukan, Menuju Senja. Kelompok musik yang mendapatkan penghargaan Album Terbaik 2012 versi Majalah Tempo dan Best New Comer ICEMA (Indonesia Cutting Edge Music Award) 2012 ini sukses menutup acara dengan nuansa yang tenang sebelum penonton pulang disambut kemacetan karena perayaan ulang tahun kota Jakarta Sabtu malam.

    AISHA

    Topik Terhangat
    Razia Bobotoh Persib | Puncak HUT Jakarta | Penyaluran BLSM

    Berita Terpopuler
    Persib vs Persija Batal, Bobotoh Blokir Pintu Tol

    Basuki: Jakarta Bukan Hanya untuk Orang Kaya 

    Macet 'Gila' di Perayaan Ulang Tahun Jakarta  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.