Katon Pilih Obat Tradisional Patah Tulang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Katon Bagaskara. TEMPO/Dwianto Wibowo

    Katon Bagaskara. TEMPO/Dwianto Wibowo

    TEMPO.CO , Jakarta: Katon Bagaskara merasa bersyukur kesehatannya berangsur pulih setelah kecelakaan jatuh dari panggung beberapa waktu lalu. Mantan suami Ira Wibowo ini sempat mengalami patah tulang belikat dan menolak operasi pemasangan pen pada tubuhnya.

    "Ternyata keputusan saya tidak operasi itu benar," kata Katon di EX Plaza, Jakarta, Jumat 21 Juni 2013. Menurutnya operasi akan menimbulkan luka baru lagi dan akan memakan waktu penyembuhan lebih lama. Maka, ia lebih memilih pengobatan secara tradisional.

    "Pen itu hanya mengarahkan tulang, tulangnya itu sendiri belum menjadi satu. Waktu mau masukin pen itukan dibelah lagi, berarti ada proses luka yang harus dijalani lagi. Saya pikir lagi, natural saja. Tradisonal," kata Katon.

    Selama masa penyembuhan Katon memiliki pantangan makan sebagai bagian penyembuhan tradisional dari kejawen. "Pantangan makanan yang luar biasa ketat, makannya cuma nasi merah, brokoli, tempe bacem, tahu bacem dan itu semua dibakar," katanya.

    Meski sedikit sulit, tapi Katon mengakui membuatnya lebih sehat dan membuatnya percaya kepada orang jaman dulu, waktu masih suka pencak silat atau jaman kungfu, kalau patah tulang. Menurutnya, ada penyembuhan yang lebih tradisional. "Tradisional saja yang penting aman dan natural," kata dia.

    Kini Katon masih harus menunggu sampai tulangnya kembali menyatu baru bisa kembali pulih total seperti sedia kala.

    NANDA HADIYANTI

    Topik Terhangat
    HUT Jakarta
    | Ribut Kabut Asap | Koalisi dan PKS | Demo BBM

    Berita Terpopuler
    Keributan Warnai Antrean di SPBU Sentul

    BBM Naik, Empat Titik Rawan Dipantau

    Antri Panjang, SPBU Depok Batasi Isi Rp 100 Ribu


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.