Karma Sinetron Aelke Mariska

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aelke Mariska. ANTARA/Pey Hardi Subiantoro

    Aelke Mariska. ANTARA/Pey Hardi Subiantoro

    TEMPO.CO , Jakarta:Rabu Malam, 21 Mei 2013, di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Aelke Mariska sedang menunggu rehat syuting di dalam mobilnya. Dara yang ditemui saat mengenakan hot pant, stoking hitam dan dres pendek itu sedang menjalani syuting sinetron horor dengan tema urban legend tentang mahasiswa yang meninggal di kampus tersebut. "Dari dulu kalau lihat sinetron itu benci banget, sekarang kaya kena karma," ujar perempuan yang sering diasosisiakan dengan gadis jepang ini.

    Elke, sapaan akrabnya mengawali karirnya dari bintang iklan. Iklan minuman isotonik yang menjadikannya gadis jepang adalah titik balik karir gadis 24 tahun itu. Dari Iklan yang mewajibkan Elke belajar sepeda selama 2 pekan itu, tawaran sinetron pun rajin menyambangi. Ia mengawalinya dengan mendampingi boysband sm*sh di sinetron cinta cenat cenut, sebagai Hime Takeda, lagi-lagi gadi Jepang. "Itu sinetron pertama aku, parah banget dulunya," ujar dara berambut dicat pirang ini.

    Untuk menjadi gadis SMA, Elke wajib menjalani pelatihan akting sepekan tiga kali selama dua pekan. Dalam sesi tersebut, Elke mengakui bahwa kemampuan aktinya benar-benar nol besar. "Akting parah, nggak ada emosi, artikulasi ancur," ujar dia. Tapi dia bersyukur dari latihan keras tersebut, lama kelamaan kemampuannya terasah. Meski ketika melihat aksi pertama kali di televisi, ia malu sendiri.

    Karma sinetron lagi-lagi menghampiri ketika dapat tawaran sinetron kolosal. "Aku dulu tuh nggak suka banget, apalagi kan ada ular-ularan, eh akhirnya aku harus syuting kolosal tiap hari," Elke mengisahkan. Anak bungsu dari tiga bersaudara ini sampai menangis karena kesulitan memainkan pedang. Ia pun membawa pedang tersebut pulang dan berlatih sendiri. Hingga akhirnya bisa.

    Karma yang bertubi-tubi tersebut kini mengubah pandangan Elke tentang sinetron. Dari yang dulu melirik pun tidak, kini sudah berubah. Tapi ada satu tawaran yang tetap ditolaknya. "Jadi anak SMA yang genk-genkan suka ngebully, mau ampe mati pun nggak," ujar alumunus desain grafis Universitas Trisakti ini.

    DIANING SARI

    Terhangat:EDSUS HUT Jakarta | Kenaikan Harga BBM | Rusuh KJRI Jeddah



    Baca juga:

    Mereka Tertolong dengan KJS ala Jokowi-Ahok

    Habis 'PRJ Monas', Tercecerlah Sampah 

    Ahok Akuisisi PPD untuk Hilangkan Sistem Setoran

    BBM Naik, Polisi Bersenjata Lengkap Jaga SPBU

    Ini Keluhan Warga Atas Layanan KJS ala Jokowi  




     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.