Saat Logat Sunda Tike Priyatna Susah Hilang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • tike priyatna kusumah/tempo

    tike priyatna kusumah/tempo

    TEMPO.CO , Jakarta:Artis Tike Priyatna Kusumah selama ini dikenal dengan logat Sunda-nya saat bermain di acara situasi komedi televisi. Dia harus bekerja keras untuk menghilangkan logat itu saat bermain dalam film terbarunya, Leher Angsa.

    Dalam film itu Tike berperan sebagai seorang ibu yang hidup di daerah Sembalon, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

    Ia mengaku cukup kesulitan untuk menghilangkan logat Sundanya dengan logat Lombok yang sekilas agak mirip dengan logat suku Bali tersebut.

    "Harusnya berlogat Lombok, tapi saya lahir di tanah Pasundan dan logat sudah Sunda banget, tapi karena susah akhirnya Ari nyerah," tutur wanita kelahiran Jakarta, 31 Oktober 1977 Ini. "Ya udah kamu pakai logat Sunda saja," ungkapnya lagi seraya menirukan Ari Sihasale saat mengizinkannya menggunakan logat Sunda dalam filmnya tersebut.


    Menurutnya kebijakan yang diberikan Ale itu juga untuk menjaga kenaturalan dalam film. Daripada logatnya dipaksakan, tentunya hal tersebut bisa membuat peran tokoh jadi aneh, "Jadi akhirnya lebih dibebaskan," kata Tike.

    Selain akhirnya dibebaskan untuk menggunakan logat Sunda, Tike pun bercerita bagaimana ia harus mendalami peran sebagai seorang ibu bagi seorang anak laki-laki yang cukup pintar serta memiliki seorang suami yang senang melakukan sabung ayam. Sehingga akhirnya sebagai ibu dan istri, dirinya harus turut mengerjakan pekerjaan sang suami untuk bekerja di ladang.

    AISHA

    Topik terhangat:

    Rusuh KJRI Jeddah | Koalisi dan PKS | Perbudakan Buruh

    Berita lainnya:

    Edisi Khusus HUT Jakarta
    Dosen UI Pengkritik Korupsi Jadi Tersangka 

    Aktris Ully Artha Meninggal Dunia 

    Alasan Jakarta Semakin Macet


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.