Kemayu, Dena Rachman Tidak Pernah Di-bully

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dena Rachman : Saya Belum Pernah Operasi Sekalipun

    Dena Rachman : Saya Belum Pernah Operasi Sekalipun

    TEMPO.CO, Jakarta--Renaldy Denada Rachman merasa beruntung sejak kecil tidak pernah dibully. Padahal, gaya kemayu serta kelembutan perempuan sudah terlihat sejak Dena kecil. "Aku berteman lama dengan teman dari jaman SD, SMP dan SMA. Memang kondisi kayak aku biasanya banyak di-bully sampai membekas ke psikis, tapi aku enggak pernah,” kata Dena di Plaza Senayan, Rabu 12 Juni 2013.

    Dena mengakui, jika sedang bergurau kerap terlontar ejekan dari kawan-kawannya, tapi toh tak membuatnya sakit hati. “Di kata-katain, paling bercanda sih ada. Kalau itukan biasa. Aku berteman dengan cewek dan cowok normal lain,” ujar wanita 25 tahun ini. (Lihat FOTO Dena Rachman Bersyukur Telah Jadi Wanita)

    Ia hanya memiliki satu teman dekat sesama transgender, meski begitu tak menghalanginya untuk memiliki teman lain. Di masa kuliah, diakuinya ia justru menjadi kesayangan senior. “Kalau digojlok ketika masuk kuliah itu sih biasa, tapi setelah itu aku malah disayang mereka, karena aku orangnya juga mau aja dimintai tolong,” urai Dena.'Malah banyak yang minta jawaban ulangan,"katanya tertawa.

    Dena menunjukkan kelebihan dengan nilai sekolahnya yang baik. Ia menyadari, banyak transgender seperti dirinya menjadi bulan-bulanan lingkungannya hingga menganggu psikis. "Mungkin cuma di social media aja, virtual bully. Aku enggak kenal mereka, dan mereka enggak kenal aku,”ucap anak kedua dari penari Acan rachman itu.

    Jebolan University of Bologna Italia ini percaya karma. Jika memberikan hal yang positif, akan dapat hal yang sama tanpa harus menyakiti orang lain. “Aku baik sama mereka, aku memberikan sinyal positif. Lebih baik kenal dulu, kalau udah kenal jadi bisa tahu aku bagaimana, jangan melihat permukaanya,” kata pelantun Ole-Ole, Rukun dan Damai ini.

    Dena bersyukur mendapatkan lingkungan yang baik,mulai dari SMP di Labschool, lalu masuk SMA 6 yang favorit dilanjutkan kuliah di Komunikasi FISIP UI. Dena juga berkesempatan kuliah S2 di Italia. “Aku berprestasi, aku enggak macem-macem, aku enggak menganggu orang lain. Mungkin juga tingkat edukasi dan lingkungan, jadi lebih menerima,” katanya.

    ALIA FATHIYAH



    Terhangat:

    EDSUS HUT Jakarta | Kenaikan Harga BBM | Rusuh KJRI Jeddah

    Baca juga:
    Dena Rachman Bahagia Menjadi Wanita
    Dena Rachman Merasa Berbeda Sejak Kecil
    Ini Awal Dena Rachman Berpakaian Wanita
    Transgender, Dena Rachman Buktikan Bisa Prestasi


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.