Transgender, Dena Rachman Datangi Psikolog

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dena Rachman pernah kuliah di FISIP UI angkatan 2005, lalu meneruskan kuliahnya ke Alma Graduate School - University of Bologna, Italia untuk mengambil MBA Design, Fashion & Luxury Goods. Tempo/Wisnu Agung Prasetyo

    Dena Rachman pernah kuliah di FISIP UI angkatan 2005, lalu meneruskan kuliahnya ke Alma Graduate School - University of Bologna, Italia untuk mengambil MBA Design, Fashion & Luxury Goods. Tempo/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta- Renaldy Denada Rachman atau Dena Rachman sempat berkonsultasi ke psikolog dan dokter ahli untuk mengetahui perubahan dalam dirinya, dari laki-laki ke perempuan. Ketika menginjakkan kakinya di Jakarta Desember lalu, setelah menyelesaikan gelar master di University of Bologna, Italia, Dena memutuskan untuk mendatangi psikolog.

    “Banyak orang Jakarta yang punya masalah ke psikolog, apalagi orang kayak aku,”kata Dena ketika berbincang dengan Tempo di Restoran TWG, Plaza Senayan Jakarta, Rabu 12 Juni 2013.

    Dena menceritakan masalah yang dialaminya saat ini. Ternyata hasil yang didapat dari psikolog membuatnya merasa nyaman. “Psikolog itu bilang, seseorang berubah menjadi transgender itu biasanya ada dua, yang pertama pengaruh dari lingkungan, dan yang kedua sudah dari sananya. Jadi jelas banget, hormon perempuan aku lebih banyak,” kata wanita 25 tahun ini.

    Untuk lebih meyakinkan dirinya, Dena diberikan surat pengantar untuk melakukan tes hormon. "Aku belum sempat tes, padahal kepengen banget,” katanya.

    Selain mendatangi dokter (di Bangkok) dan psikolog, Dena mengaku baru satu tahun terakhir meminum pil hormon. Itu pun hanya satu butir satu hari. Menurut Dena, ada beberapa proses standar yang dilakukan seorang transgender. Salah satu prosesnya adalah, dia harus menjalani perannya di tengah masyarakat sebagai seorang wanita minimal selama dua tahun.

    “Dia harus mantab dulu apakah benar ingin berubah menjadi wanita. Jangan tiba-tiba dia labil mau berubah lagi itu, paling gawat,” kata mantan artis cilik itu.

    Ketika ditanyakan kenapa dirinya baru sekarang mendatangi dokter dan melakukan terapi hormon, mengingat dia sudah lama berubah penampilan menjadi wanita. “Dulu aku belum merasa penting, umur aku masih 22 tahun. Sekarang aku sudah 25 tahun, udah yakin banget dan masuk ke level serius,” kata Dena, yang bekerja di Sergio Rossi, Italian Shoes (Gucci Group), sebagai fashion advisor.

    Dena Rachman mulai berani mengubah penampilannya menjadi perempuan ketika masuk Universitas Indonesia tahun 2005. Dia dikenal sebagai artis cilik dengan lagu Ole-Ole, lagu religi Rukun dan Damai, serta pembawa acara Krucil di SCTV. Dena juga sempat membintangi film laga Misteri Gunung Berapi dan Karma Pala. Dia mundur dari dunia entertaiment ketika masuk SMAN 6 Jakarta.

    ALIA FATHIYAH

    Berita Lain:
    Diet Ketat, Henry Cavill Jadi 'Man of Steel 

    Yenny Wahid Sedih Film Sang Kyai Diputar Singkat 
    Aksi Manusia Baja di 'Man of Steel' 
    Dena Rachman Merasa Berbeda Sejak Kecil 
    Ini 10 Film di Festival Film Korea



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.