Dena Rachman Merasa Berbeda Sejak Kecil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dena Rachman mengakui setelah beberapa tahun menjadi wanita, ia bersyukur dengan apa yang miliki dan hidupnya sekarang. Dena tidak mau mempermasalahkan apa tanggapan orang lain. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo.

    Dena Rachman mengakui setelah beberapa tahun menjadi wanita, ia bersyukur dengan apa yang miliki dan hidupnya sekarang. Dena tidak mau mempermasalahkan apa tanggapan orang lain. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejak kecil, Renaldy Denada Rachman merasa ada yang berbeda dari dirinya. Sebagai anak laki satu-satunya di dalam keluarga,anak kedua dari empat bersaudara ini sudah terbiasa melihat atribut perempuan.Bahkan sejak kecil,bersama kakak dan adiknya, Dena-kini disapa-sering bermain permainan perempuan.

    "Aku kecil suka main dandan-dandanan,"katanya tertawa, saat berbincang dengan Tempo di restauran TWG, Plaza Senayan, Rabu,12 Juni 2013. (Baca: Dena Rachman Bahagia Menjadi Wanita)

    Dena juga mengaku ketika kecil dia bukan seperti bocah pada umumnya yang suka berkelahi dan jahil. Dia justru menjadi anak yang manis dan gemulai.

    "Aku udah berasa beda waktu kecil,suka baju cewek,aku juga anaknya halus,bukan anak-anak bandel yang suka lari-larian,"kata wanita yang meraih gelar Master  di University of Bologna. MBA Design, Fashion & Luxury Goods.

    Keterlibatan Dena kecil di dunia entertainment karena sang ayah,Acan Rachman adalah seorang penari profesional dan sering tampil di televisi menjadi penari latar dari penyanyi ternama kala itu.

    "Papa kan temannya banyak,mungkin ada yang melihat aku punya bakat.Apalagi aku bisa menari juga,"kata wanita 25 tahun ini.

    Akhirnya,artis cilik yang satu generasi dengan Dhea Ananda,Leoni dan Geofani serta Saskia ini meluncurkan lagu Ole-Ole. Dena juga menyanyikan lagi religi berjudul Rukun dan Damai. Setelah itu berturut-turut tawaran datang,mulai dari pembawa acara Krucil di SCTV juga bermain film laga Misteri Gunung Berapi dan Karma Pala.

    Ketika memasuki usia remaja,Dena memilih tak lagi berkarir di dunia entertainment. "Saat itu aku ingin menikmati saja dunia remaja,bermain sama teman,"kata jebolan Fisip Ui 2005 ini.

    Dena memiliki banyak teman dan sahabat meski dirinya sudah terlihat gemulai.Bahkan,Dena termasuk aktif di sekolah. "Kalau ada acara di sekolah,bisa dibilang aku bagian seksi acaranya.Aku jadi program director,"kata Dena yang sekolah di SMA 6 Jakarta Selatan.

    Masa remaja Dena termasuk aman,tak ada bully yang dialaminya selama ini."Aku bersyukur banget,aku punya teman dan sahabat yang baik.Bahkan teman-teman cowokku justru melindungi aku,"kata Dena.

    ALIA FATHIYAH



    Terhangat:

    Mucikari SMP | Taufiq Kiemas | Rusuh KJRI Jeddah

    Baca juga:
    Barca Tawar Torres Rp 263 miliar

    MU Berharap Bale ke Real Madrid

    Messi Dituding Menggelapkan Pajak Rp 52 Miliar

    PSG Bidik Andre Villas-Boas


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.