Oprah Sumbang Ratusan Miliar untuk Museum

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mata Oprah Winfrey berkaca-kaca setelah menerima gelar   doktor kehormatan dari kampus bergengsi Universitas Harvard saat upacara wisuda di Cambridge (30/5). (AP Photo/Elise Amendola)

    Mata Oprah Winfrey berkaca-kaca setelah menerima gelar doktor kehormatan dari kampus bergengsi Universitas Harvard saat upacara wisuda di Cambridge (30/5). (AP Photo/Elise Amendola)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembawa acara kondang Oprah Winfrey menyumbangkan hartanya sebanyak $12 juta atau senilai lebih dari Rp 118, 5 miliar, untuk Museum Nasional di Washington DC. Sumbangan itu untuk dokumentasi sejarah orang Amerika-Afrika. Museum ini juga akan menjadi bagian dari program acara Winfrey. 

    Sebelumnya dia pernah menyumbangkan $1 juta untuk museum ini. Museum mengutip pernyataan Winfrey tentang sumbangannya itu. “Dia sangat bangga sejarah orang Amerika Afrika dan kontribusinya terhadap bangsa ini secara keseluruhan,” ujarnya.

    Ratu talk show ini mengatakan dengan sumbangannya ini, dia ingin menghormati dan melestarikan budaya dan sejarah mereka. Sehingga cerita tentang siapa mereka akan terus hidup untuk generasi mendatang.

    Pembangunan museum ini akan menghabiskan dana hingga $ 500 juta, dimulai awal tahun lalu. Bangunan ini berdiri di kompleks Washington National Mall seluas lima hektar. Diperkirakan museum ini akan selesai sekitar 2015. Pemerintah Amerika Serikat menyediakan separuh dana untuk museum tersebut, sisanya diupayakan dari museum.

    Museum ini akan menampung lebih dari 22 ribu item barang dari sejarah orang Amerika keturunan Afrika. Sejarah yang tak lepas dari era perbudakan dan pelanggaran hak sipil abad 21. Museum ini juga akan memiliki teater yang berkapasitas 350 kursi untuk penonton untuk menikmati acara talk show Winfrey ini.

    Program acara di Oprah Winfrey Theater ini akan mencerminkan komitmen museum untuk sejarah dan budaya Amerika-Afrika. “Ini sebagai lensa untuk melihat apa artinya menjadi orang Amerika dan untuk membantu ingatan orang Amerika,” ujar Direktur Museum Lonnie Bunch.

    LA TIMES|DIAN YULIASTUTI



    Terhangat:

    Mucikari SMP | Taufiq Kiemas | Rusuh KJRI Jeddah

    Baca juga:
    Mark Zuckerberg Dicecar Pemilik Saham Facebook

    Rupiah Turun Ancam Pengusaha Komputer

    Dahlan Minta BUMN Buyback Saham Bluechip

    Postur Anggaran RAPBNP 2013 Disetujui


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?